Home Morowali

Empat Karyawan IMIP Perlu Swab Test

153
JAGA JARAK - Beginilah aturan yang diterapkan di kawasan IMIP sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Ribuan karyawan harus menjaga jarak, cuci tangan dan lainnya dalam rangka mencegah penyebaran Corona. (Foto: Ist)
  • Ashar: IMIP Banyak Membantu Pencegahan Covid-19

Morowali, Metrosulawesi.id – Juru Bicara Gugus Tugas Tim Covid-19 Kabupaten Morowali yang juga Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Morowali, Ashar Ma’ruf mengatakan, empat karyawan yang diisukan positif terjangkit Covid-19 masih perlu menjalani pemeriksaan swab test, sebelum benar-benar dimasukkan sebagai PDP (pasien dalam pengawasan) positif corona.

Ashar menilai, terdapat kekeliruan pemahaman dari Serikat Pekerja SP-SMIP dan sejumlah pihak terkait status PDP.

Ditemui usai pertemuan dengan Tim Respon Penanggulangan Covid-19 PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Senin 27 April 2020, Ashar mengatakan, status positif atau negatif dari seorang PDP hanya bisa ditentukan oleh hasil pemeriksaan swab test yang dilakukan oleh petugas yang tersertifikasi. Sayangnya, Pemda Morowali belum memiliki petugas swab test.

“Dari hasil itu, apakah dia negatif atau positif memerlukan waktu karena petugas yang bersertifikat tersebut baru ada di Makassar. Kalau rapid test belum menjamin dia positif terinfekai Covid-19 atau bukan,” kata Ashar.

Informasi yang dikeluarkan oleh serikat pekerja dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya, menurutnya tidak bisa dijadikan sebagai rujukan karena tidak didukung data valid dari Satuan Tugas Covid-19 Morowali.

“Demikian juga informasi yang menyebutkan bahwa terdapat empat karyawan yang positif terinfeksi, hal tersebut tidak memiliki dasar pijakan data yang valid,” kata Ashar.

Ashar mengatakan, pihaknya menilai, berbagai upaya pencegahan yang telah dilakukan oleh PT IMIP sangat banyak membantu pemerintah.

Sejak Januari 2020 lalu, koordinasi yang dibangun antara pihak perusahaan dengan pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Morowali sangat membantu proses penanganan dan pengendalian Covid-19 di Morowali.

Juru Bicara Gugus Tugas Tim Covid-19 Kabupaten Morowali Ashar Ma’ruf saat menemui Tim Respon Penanganan Covid-19 PT IMIP. (Foto: Ist)

“Tak hanya memberikan bantuan disinfektan dan sabun antiseptik, tapi pihak perusahaan juga memberikan bantuan kepada pemerintah berupa alat kesehatan di antaranya APD untuk para tenaga medis di Morowali,” urai Ashar.

Tak hanya itu, kata Ashar, Manajemen PT IMIP telah mengeluarkan larangan cuti bagi karyawan dan pemberian sanksi pemecatan bagi yang melanggar larangan tersebut.

“Kami juga mendapat laporan ribuan karyawan yang sudah telanjur cuti sebelum larangan cuti tersebut diberlakukan, tidak diizinkan untuk kembali ke Morowali,” tambahnya.

“Mereka juga menerapkan protokol yang mewajibkan karyawan yang merasa dirinya kurang sehat untuk segera memeriksakan diri ke klinik dan mematuhi rekomendasi medis, termasuk jika harus melakukan isolasi mandiri. Mereka juga tetap digaji sesuai peraturan yang berlaku kok,” tambahnya lagi.

Saat ini Tim Respon Covid-19 juga telah menerapkan protokol pemantauan suhu pada setiap pintu masuk serta memasang thermal scanner gate di gerbang masuk ke kawasan PT IMIP.

Sementara itu, Menurut Kepala Puskesmas Kecamatan Bahodopi, Abdul Malik yang Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kecamatan Bahodopi, sejak awal telah dilakukan kerja sama teknis antara Klinik IMIP dengan Tim Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Morowali melalui Puskesmas Bahodopi.

“Sesuai arahan Bupati kepada Kepala Dinas Kesehatan yang sudah kami realisasikan di lapangan,” katanya.

Dia menambahkan, jika ada karyawan yang diduga terpapar, maka pihaknya akan melakukan prosedur sesuai yang ditetapkan pemerintah pusat. (*)

Reporter: Murad Mangge
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas