Home Donggala

BPBD Donggala Tak Masalah Diadukan ke KIP

604
Koordinator FMKB Wawan Ilham SH (kanan) saat menyerahkan laporannya di kantor KIP, Rabu (22/4/2020). (Foto: Istimewa)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggala Akris Fatah tidak mempersoalkan dirinya dilaporkan ke Komisi Informasi Publik (KIP).

“Silakan saja lapor ke KIP, kami ini apanya kurang terbuka, uang ini ditransfer ke rekening masing-masing, apanya kita mau ambil ini?”kata Akris belum lama ini melalui sambungan telepon.

Akris menjelaskan yang menjadi persoalan saat sekarang terjadi bentuk kesalapahaman dalam proses pencairan antara tunai dan nontunai (bentuk barang) itu terus didengungkan. Padahal kata Akris pihaknya menginginkan proses pencairan stimulan II berjalan aman dan tidak bermasalah dengan hukum kemudian hari.

“Ini terus disebut tunai atau nontunai, saya tegaskan kami bayar tunai, untuk menghindari masalah awalnya kita cek dulu harga bahan, bagaimana bisa kita mendapat harga bahan murah dan risiko tidak ada, kemudian mana yang dalam brosur bisa ditrasnfer transferlah, berdosa saya kalau saya punya niat lain,” jelasnya.

“Terjadi di Sirenja uang 20 juta pencairan tahap pertama tidak tau dia belikan apa, yang siksa kita orang di BPBD ba kumpul nota untuk pertanggungjawaban, di era sekarang mengkrtik enak, mungkin kami dianggap tidak mampu, tidak apa-apa,” sebutnya.

Akris juga menambahkan di tiga kabupaten dan satu kota yang terdampak jika melihat progres Kabupaten Donggala paling di atas persentasenya dalam melakukan proses transfer ke rekening warga.

“Dari tiga kabupaten dan satu kota terdampak, Donggala paling cepat melakukan proses transfer rekening warga, kami ini sudah mengambil langkah percapatan. Cuma sekarang terkendala bencana Covid-19. Bank ada protokoelr mebatasi nasabah, kita mau apa, kita semua mau selamat, kalau situasi normal ini terserah. Sekarang dalam proses kesepakatakn harga setelah itu baru proses pembuatan Rab lalu dana bisa dicairkan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya Forum Masyarakat Korban Bencana (FMKB) Rabu (22/4/2020) melaporkan BPBD ke Komisi Informasi Publik terkait penyaluran dana stimulan tahap II yang dinilai banyak tete bengek sehingga menimbulkan keresahan bagi penerima.

“Laporan sudah kami masukan ke KIP dan diterima pak pak Isman, apapun hasilnya ke depan kami terima,” tukas Koordinator FMKB Wawan Ilham SH.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas