Home Donggala

Pemkab Donggala Dinilai Tidak Transparan Soal Dana Stimulan II

214
Wawan Ilham SH (kanan) dan Heri Somena saat memperlihatkan surat gugatan yang akan diajukan ke KIP, Rabu (23/4/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • FMKB Bakal Gugat ke KIP

Donggala, Metrosulawesi.id – Forum Masyarakat Korban Bencana (FMKB) dalam waktu dekat akan melakukan gugatan kepada Komisi Informasi Publik (KIP) terkait penyaluran dana stimulan tahap II yang dinilai banyak tete bengek sehingga menimbulkan keresahan bagi penerima.  Demikian dikatakan kordinator FMKB wawan Ilham SH, Senin (20/4/2020).

“Kita berangkat melakukan gugatan berdasar pada UU Bencana Pasal 26 poin C, setiap orang berhak mendapatkan informasi secara terulis/ lisan tentang kebijakan penaggulangan bencana, kemudian di poin  E, setiap orang berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terhadap kegiatan penaggulangan bencana khususnya yang berkaitan dengan diri dan komunitasnya. Olehnya, kami akan memasukan gugatan pada Rabu (24/4) ke Komisi informasi Publik, meminta keterbukaan pemda dalam hal ini BPBD, apapun hasil gugatan kami terima,” kata Wawan Ilham SH.

FMKB menilai Pemkab melalui BPBD tidak transparansi dan berbelit-belit dalam melakukan proses pencairan dana stimulan tahap II. Contoh menggunakan pencairan perkelompok dengan satu SPM (surat perintah membayar) sebanyak 50 orang. Apa bedanya pencairan tahap pertama dengan yang kedua, masyarakat sudah cukup bersabar, gunakan metode pencairan tahap pertama langsung ditransferkan ke penerima saja, kalau menggunakan perkelompok ada dugaan permaianan, kenapa ada fasilitator (pendamping), kata Wawan Ilham.

“Ini bantuan bencana, bukan APBD, dananya sudah siap, kenapa harus menggunakan sistem pencairan kelompok lagi? Bikin susah masyarakat saja, apalagi dibilang proses pencairan tahap II bulan November, kami menduga dana stimulan tahap II ini dimodifiaksi sedemikian rupa, itu fasiliatotor (pendamping) ada dananya mereka digaji, tapi kerjanya fasilitator tidak betul contoh tahap pertama di Kelurahan Maleni Kecamatan Banawa ada dua unit rumah rusak berat tidak selesai proses penganggrannya hanya sampai di 36 juta saja, tapi oleh fasilitator dinyatakan selesai,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas