Home Palu

Dana BOS Boleh Digunakan Beli Pulsa Data

283
Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Komunikasi Guru dan Siswa Harus Maksimal

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, mengungkapkan, sesuai juknis baru penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sekolah diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk pembelian paket data internet dan pulsa, yang dimanfaatkan untuk komunikasi.

“Maka harapan-harapan kami dengan adanya juknis ini, tugas guru untuk berkomunikasi dengan peserta didiknya secara online maupun offline termasuk dengan orang tuanya harus dimaksimalkan, karena sudah tidak ada alasan lagi,” kata Ansyar, melalui ponselnya, Jumat, 17 April 2020.

Kata Ansyar, kemarin itu ada kekhawatiran sekolah tidak bisa membeli hal-hal terkait dengan alat komunikasi, seperti pulsa data dan lainnya, karena dalam juknis BOS tidak ada. Tetapi sekarang Mendikbud RI telah mengeluarkan Juknis resmi.

“Bahkan sekolah bisa membelikan pulsa data untuk peserta didik. Dengan adanya aturan ini saya berharap kepala sekolah betul-betul fokus memaksimalkan pembelajaran dari rumah  melalui sistem daring,” jelasnya. Ansyar mengatakan, saat ini pembelajaran dari rumah juga bisa dilakukan melalui TVRI. 

Sementara itu, Kepala SMPN 14 Palu, Harlina, sangat mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat melalui Kemendikbud RI terkait diperbolehkannya menggunakan anggaran BOS untuk pembelian pulsa data, demi keberlangsungan belajar online selama masa pandemi Covid-19.

“Terkait penggunaan dana BOS itu, kami akan segera realisasikan untuk melakukan pembelian pulsa data dan keperluan lain yang berhubungan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Harlina.

Menurut Harlina, SMPN 14 telah melakukan perubahan beberapa anggaran pembelanjaan, diantarnya untuk  pembelian paket data semua guru-guru bidang studi. Selain itu pembelian bahan-bahan pembersih, seperti antiseptic dan disinfektan untuk penyemprotan lingkungan sekolah. 

“Keperluan itu dibeli oleh sekolah, karena semua guru memiliki hari piket yang sudah dibagi setiap harinya pada jam kerja sekolah. Sekolah harus tetap melakukan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan, atau para wali murid yang perlu diberikan pelayanan,” ujarnya.

Disamping itu, kata Harlina, SMPN 14 juga terus berpartisipasi dalam pencegahan Covid-19 ini, dimana sekolahnya mengedepankan protokol kesehatan yang diimbau oleh pemerintah dalam melaksanakan tugas piket maupun penerapannya di lingkungan sekolah.

“Kami juga telah menyediakan westafel cuci tangan di beberapa tempat, bahkan di depan kantor juga sudah disiapkan. Jadi para tamu yang masuk dan guru wajib mencuci tangannya terlebih dahulu, kemudian juga wajib menggunakan masker,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel, Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas