Home Sulteng

Enam Kabupaten Belum Masukan Data Jumlah Tenaga Kerja yang di PHK dan Dirumahkan

138
I Nyoman Sriadijaya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini sedang melakukan pendataan terhadap  tenaga kerja industri pariwisata yang terdampak PHK ataupun dirumahkan akibat wabah virus corona (covid-19).

Demikian dikatakan Kepala Dispar Sulteng, I Nyoman Sriadijaya, saat dihubungi Metrosulawesi, Rabu, 15 April 2020.

“Saat ini kami masih terus update data tenaga kerja industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19, karena masih ada beberapa kabupaten belum memasukan datanya, seperti kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, dan Poso,” jelas I Nyoman.

Kata dia, baru tujuh kabupaten dan satu kota yang memasukan data tersebut. I Nyoman menjelaskan, tenaga kerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang di data ini adalah pelaku-pelaku usaha akomodasi, seperti hotel bintang dan non bintang, pelaku usaha jasa makanan, diantaranya cafe, restaurant, jasa angkutan darat travel, jasa hiburan, termasuk spadan usaha cinderamata.

“Terkait dengan pendataan ini sejumlah kabupaten dan kota masih kecil sekali memberikan datanya, serta masih selalu dijanjikan oleh Bidang Industri Pariwisata kabupaten/kota untuk mengupgrade kembali datanya,” ujarnya.

Selain itu, I Nyoman mengatakan, sesuai edaran Mendagri RI terkait dengan pelayanan kartu Pra Kerja, yang suratnya ditujukan kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, intinya adalah memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja yang terkena PHK atau dirumahkan, serta pencari kerja.

“Untuk Kartu Pra Kerja ini ada yang sudah mendaftar secara online, dan ada juga yang tidak memiliki fasilitas itu. Maka dari itu, yang perlu dilakukan adalah pembimbingan kepada tenaga kerja yang terkena PHK dan dirumahkan, namun harus sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

I Nyoman mengungkapkan, pihaknya saat ini baru mempersiapkan perangkat pembimbingnya, dengan menyiapkan  sumber daya manusia yang akan mengelola dan melakukan pendampingan.

“Bagi tenaga kerja yang sudah mendaftar secara online, jumlahnya berapa banyak, nanti kami akan informasikan, karena kami belum bisa akses. Begitupun jumlah berapa banyak yang akan memanfaatkan jasa bimbingan yang ada di kantor Dispar Sulteng,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas