Home Donggala

Oknum Kadus Aniaya Warga di Rumah Kades Tonggolobibi

2601
WH, korban penganiayaan oknum Kadus Desa Tonggolobibi. (Foto: Ist)
  • Berawal dari Kritikan di Medsos Soal Penunjukkan Imam Masjid

Donggala, Metrosulawesi.id – Malang betul nasib WH, pemuda asal Dusun VII Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dia harus menahan sakit usai dianiaya oleh oknum Kepala Dusun (kadus)  di rumah Kepala Desa (kades) Tonggolobibi, Kamis (9/4/2020) malam.

Penganiayaan itu bermula dari kritikan warga berinisial WH yang diunggah di sosial media facebook. WH mengunggah postingan yang mengritik kebijakan Kades  Tonggolobibi, M Saleh karena menunjuk Imam Masjid tanpa proses pemilihan secara langsung oleh warga beberapa waktu lalu.

Akibat unggahannya tersebut, WH kemudian dipanggil oleh Kades M Saleh.   WH dan bersama orang tuanya mendatangi rumah kades. Ternyata di rumah kades sudah ada sekretaris desa dan oknun Kadus Bahmid.

‘’Begitu sampai di sana, saya bicara sama pak kades,  Saya juga meminta maaf jika memang dianggap salah. Pak Kades juga  akui kalau dirinya (kades)  tidak mungkin bisa memenuhi semua keinginan warganya. Dan postinganku (unggahan) di facebook itu saya hapus juga,” ungkap WH, kepada Metrosulawesi.id, Jumat (10/4/2020) pagi.

Namun, ketika sedang berbincang dengan kades,  tiba-tiba bogem keras menghantam wajahnya dari belakang. Pukulan itu mengakibatkan mulut WH sobek dan mengeluarkan darah, satu giginya pun copot.

‘’Itu orang yang pukul saya memang sudah duluan di rumah pak kades, dia duduk di belakangku waktu saya bicara dengan kades. Tidak tahu tiba-tiba dia langsung pukul saya,” ungkap WH.

Tidak terima penganiayaan terhadap anaknya, orang tua WH sempat bersitegang dengan pelaku.  Bahmid, yang ternyata Kepala Dusun I. Oleh kades,  Bahmid  langsung dikeluarkan dari rumah dan disuruh pulang Kades Tonggolobibi, M Saleh.

Karena tidak terima atas kejadian tersebut, WH pun memutuskan melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek setempat. Dia ditemani orangtuanya mendatangi Markas Polsek Sojol pada Jumat (10/04/2020) pagi.

Kapolsek Sojol Iptu Yerman Tudo,  yang  dikonfirmasi terkait kasus tersebut mengaku akan menindaklanjuti kasus itu. Dia mengkhawatirkan kasus tersebut bisa melebar jika tidak segera ditangani.

‘’Kami akan coba pelajari kasusnya,” ungkap Yerman saat dikonfirmasi.

Sementara itu Camat Sojol,  Syaifullah menyayangkan tindakan premanisme yang dilakukan oleh aparatnya itu.

‘’Ini seharusnya memberikan contoh yang baik, justru melakukan penganiayaan,” ungkap Camat Sojol

Sementara itu, Kepala Desa Tonggolobibi, M Saleh,  yang coba dikonfirmasi terkait kasus penganiayaan tersebut belum bisa dihubungi.

Reporter: Tahmil Burhanuddin

2 COMMENTS

  1. Saya mau tanya, sdah benar² fakta kah ini berita?
    Krna saya jga belum tau betul ini kejadian, apakah sdah di mintai keterangan yg jelas ke Aparat Desa?

Ayo tulis komentar cerdas