Home Ekonomi

WOM Finance Beri Keringanan Sesuai Kesepakatan

536
Armand. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Akibat dampak dari virus Covid 19 banyak masyarakat yang mengalami kemunduran dari sektor ekonomi. Sementara pada sisi kredit, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) Cabang Palu memberikan keringanan pembayaran kredit bagi konsumen sesuai kesepakatan.

Branch Manager PT WOM Finance Cabang Palu, Armand mengatakan pemenuhan kewajiban konsumen tetap berjalan sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati. Namun, kata dia, pastinya akan ada keringanan bunga pembayaran angsuran berupa restrukturisasi.

“Sama saja dengan yang lain sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) telah merilis peraturan tentang restrukturisasi kredit bagi sektor ekonomi yang terdampak wabah virus corona (Covid-19) baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya, restrukturisasi kredit diatur dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus perekonomian sebagai kebijakan Countercyclical. Nantinya, lanjut Armand, dengan aturan tersebut para debitur yang mendapatkan perlakuan khusus.

“Hanya diberikan ke debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi pembayaran utang kepada bank karena terdampak virus corona, termasuk juga debitur dalam ranah UMKM,” tuturnya.

Sementara itu, ia menjelaskan pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit/pembiayaan. Sedangkan, mekanisme restrukturisasi kredit bisa bermacam-macam bentuknya.

“Mulai dari penurunan suku bunga, perpanjangan waktu, hingga pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara,” jelasnya.

Ia menyebutkan pemberian jangka waktu pun bisa bervariasi, itu akan sesuai dengan kesepakatan antara konsumen dengan leasing. Selain itu, konsumen bisa menawarkan tenor 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, sampai maksimal 1 tahun.

“Kami akan kasih mereka keringanan yang penting konsumen tidak menunggak pada bulan sebelumnya. Atau harus wajib melakukan pembayaran terlebih dahulu secara normal bersama denda, dan baru sepuluh orang yang datang melaporkan terkait hal itu,” sebutnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas