Home Ekonomi

Maret, Penjualan Mitsubishi Anjlok 80%

147
Supervisior PT Bosowa Berlian Motor Palu Authorized Dealer Mitsubishi, Azis Laiceng. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Terhitung Maret 2020, penjualan dari PT Bosowa Berlian Motor Palu atau distributor resmi mobil Mitsubishi di Sulawesi Tengah sangat terdampak akibat wabah virus Corona. Penurunan pasar otomotif tersebut cukup signifikan hingga mencapai 80%.

Hal tersebut diungkapkan langsung Supervisior PT Bosowa Berlian Motor Palu Authorized Dealer Mitsubishi, Azis Laiceng saat dihubungi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Sabtu (4/4/2020).

“Sudah berdampak buruk bagi kami karena virus Corona penjualan semakin tergerus. Apalagi, masyarakat banyak menahan pembelian dan tidak salah mengalami penurunan sampai 80%,” ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya demi menekan angka penurunan melakukan penjadwalan secara bergantian di bagian pemasaran. Menurutnya, program untuk mengangkat kembali penjualan di bulan April belum terlaksana karena pihak perbankan dan perusahaan pembiayaan masih menahan terkait dengan hal itu.

“Kalau sekarang ini belum ada program yang menaikkan penjualan karna melihat semua leasing selektif dalam menentukan program kredit, bahkan menaikkan sampai 40% Downpayment (DP),” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini pihak Mitsubishi juga mengurangi produksi untuk ke daerah di Indonesia hingga mencapai 50%. Ia berharap adanya dampak mewabahnya virus Corona pabrik Mitsubishi tidak sampai menutup aktivitas produksinya.

“Bukan hanya terjadi di Indonesia produksi berkurang, bahkan sudah mendunia. Jika berkelanjutan terus otomatis akan tutup produksi Mitsubishi, tapi mudah-mudahan semoga tidak terjadi seperti itu,” ujarnya menambahkan.

Azis mengatakan ditengah pandemi virus Covid 19, PT Bosowa Berlian Motor Palu untuk sekarang belum menentukan sikap terkait dengan melakukan PHK terhadap karyawan. Ia menyampaikan bahwa di bulan April dampak penjualan akan terus berlanjut.

“Inikan sampai bulan Mei, kemungkinan akan kita lihat kedepan bagaimana langkah selanjutnya. Bulan ini bisa lebih menurun lagi kalau diperhatikan,” katanya.

Sementara itu, kata dia, daya serap masyarakat akan sedikit naik kurang lebih sekitar 20% khususnya di mobil tipe pasangger dan rata-rata pembelian secara cash. Sedangkan, ia menyebutkan unit kendaraan niaga untuk digunakan sebagai usaha masih terbilang sangat kecil penjualannya.

“Mobil niaga pengaruh sekali dari pada kendaraan pribadi (pasangger). Kami mengharapkan agar ke depan ekonomi masyarakat kembali pulih supaya bisa berjalan normal untuk program-program penjualan,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas