Home Politik

Ketua DPRD: Pembahasannya Belakangan

119
Nilam Sari Lawira. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Dukung Realokasi Anggaran Covid-19 Rp100 Miliar

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulten) berhasil melakukan realokasi anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp100 miliar. Meskipun skema realokasi anggaran tersebut belum disampaikan ke DPRD Sulteng, tetapi Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira, mendukung penuh langkah gubernur dalam mencari sumber anggaran penanganan covid-19.

“Saya sudah menyampaikan kepada anggota dewan harus ada pengertian yang hebat dalam memahami situasi sekarang. kita sepakat untuk gubernur melakukan hal-hal yang perlu dilakukan sesegera mungkin untuk penganggaran penanggulangan Covid-19. Soal pembahasannya bisa dilakukan belakangan, yang penting semuanya bisa dipertanggungjawabkan,” kata Nilam Sari Lawira, Minggu 5 April 2020.

Politisi Nasdem itu menyadari situasi sekarang ini membutuhkan sinergitas dan gotong royong untuk percepatan penanggulangan Covid-19.

Meskipun belum menerima skema anggarannya, tetapi langkah gubernur tersebut merupakan prioritas utama saat ini demi memenuhi kebutuhan anggaran penanganan virus corona.

“Terakhir saya komunikasi dengan pak gubernur, TAPD masih menyusun skema realokasi anggaran itu. Begitu juga ketika beberapa anggota dewan konfirmasi ke TAPD, juga masih menyusun skemanya. Kita tunggu saja skemanya bgaimana,” ujar Nilam Sari.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan pemerintah provinsi Sulteng, realokasi anggaran untuk penanganan covid-19 diambil dari perjalanan dinas dalam daerah maupun luar daerah. Kegiatan rapat-rapat koordinasi, sosialisasi, workshop, Diklat serta belanja transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan tersebut. Seluruh kegiatan itu akan dipangkas 50 persen setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sebelumnya Pemprov Sulteng memangkas 50 persen anggaran perjalanan dinas di semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Hasilnya terkumpul dana sebanyak Rp100 miliar.

Hal itu diungkapkan Sekdaprov Sulteng yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dr Hidayat Lamakarate saat rapat koordinasi secara virtual antara Pemda provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia dengan Kemendagri, Jumat 3 April 2020.

Dana Rp100 miliar tersebut, akan dialihkan untuk membiayai percepatan penanggulangan Covid-19. Dana itu lanjut sekda akan disalurkan secara proporsional untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan ketahanan pangan dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam rapat yang dipimpin Dirjen Otda Kemendagri, Drs Akmal Malik MSi itu, Hidayat menyampaikan tiga hal pada rapat tersebut.

Selain soal pemangkasan anggaran, Hidayat juga menyampaikan soal harapan Pemprov Sulteng agar Kemendagri memberikan jaminan aturan atas kebijakan pemda, yang telah melaksanakan refocusing kegiatan dan realokasi APBD Tahun 2020 untuk penanganan Covid-19.

Sebab dari pengalaman bencana 2018 kata Hidayat, meski status daerah sudah ditetapkan darurat, akan tetapi pemeriksaan anggaran-anggaran yang dimanfaatkan waktu itu, masih mengacu pada kondisi normal atau tidak ada bencana.

Hal terakhir yang disampaikan adalah, pemda akan mencadangkan bahan-bahan kebutuhan pokok di luar wewenang Bulog seperti daging untuk disimpan dalam cold storage (lemari pendingin).

“Ini untuk menjaga jika ke depan penyebaran (covid-19) meluas,” jelasnya untuk mengantisipasi.

“Insyaallah penjelasan (kemendagri,red) akan Kami ikuti untuk mempercepat penanganan covid-19,” pungkas Sekdaprov.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas