Home Palu

4000 Rapid Test Telah Disediakan Pemkot

95
PIMPIN RAKOR - Wali Kota Palu, Hidayat, saat memimpin Rapat Koordinasi Pos Lapangan Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Kota Palu, Sabtu, 4 April 2020. (Foto: Humaspemkot)
  • Akan Ada Ketambahan 15.000 Rapid Test
  • Enam Pos Dilakukan Pemeriksaan Kesehatan
  • Wali Kota Mohon Izin Dokter Soal Keterbukaan Identitas Pasien Terpapar

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si memimpin langsung Rapat Koordinasi Pos Lapangan Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Kota Palu, Sabtu, 4 April 2020.

Rapat yang digelar di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu tersebut secara rinci membahas tugas pokok, fungsi, dan rencana aksi Pos Lapangan Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Covid-19.

Dalam arahannya, Hidayat mengungkapkan, ada enam pos lapangan yang akan dibangun di setiap pintu masuk Kota Palu, yakni satu pos di bandara, dua pos di Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Taipa, dan tiga pos jalur darat di Kelurahan Pantoloan, Kelurahan Tawaeli, serta Kelurahan Watusampu.

“Gubernur Sulawesi Tengah sudah mengeluarkan ketentuan, adanya jam buka tutup di pintu masuk provinsi Sulawesi Tengah. Kita bersyukur adanya kebijakan tersebut. Olehnya, yang kita lakukan adalah memeriksa orang yang masuk,” ujarnya.

Hidayat menjelaskan, pada setiap pos itu akan dilakukan pemeriksaan kesehatan, baik pemeriksaan termo gun, kesehatan fisik, pencatatan identitas lengkap, hingga pemeriksaan rapid test.

Untuk saat ini, ungkapnya, baru 4.000 rapid test yang diadakan oleh Pemerintah Kota Palu dan akan digunakan untuk orang-orang yang memenuhi ketentuan prosedur lengkap yang disusun oleh Tim Medis.

“Jadi penggunaan rapid test tidak kita pukul rata. Namun, ada ketentuannya. Nah ke depan, kita mau adakan lagi 15.000 rapid test,” lanjutnya.

Hidayat mengatakan apabila hasil pemeriksaan kesehatan fisik dan rapid test orang yang bersangkutan terindikasi Covid-19 atau Corona, maka akan dilakukan perawatan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Kita harap tidak ada yang PDP. Oleh karena itu, saya sangat memohon izin para dokter, kami tahu dokter ini punya aturan sendiri dalam merahasiakan identitas pasien. Tetapi dalam kondisi saat ini, jangan kita rahasiakan, paling tidak tempat tinggal pasien jangan dirahasiakan. Karena pemukiman sekitar tempat tinggalnya harus kita sterilkan,” katanya.

Hidayat berharap, mudah-mudahan dengan tidak dirahasiakannya tempat tinggal pasien tersebut, tidak terjadi sesuatu di tengah-tengah masyarakat berkaitan dengan ketertiban dan keamanan.

“Ini dalam rangka mengatasi penyebaran virus. Saya kira bukan berarti kita rapat seperti ini tidak berisiko, sangat berisiko. Namun, inilah sebenarnya tanggung jawab kami sebagai pemerintah untuk mengamankan masyarakat Kota Palu,” jelasnya.

Dinkes-RSUD Anutapura, Tanggung Jawab Pencegahan dan Penanganan

WALI KOTA Palu, Hidayat, mengungkapkan dua hal yang harus digaris bawahi dalam menghadapi wabah Covid-19, yakni pencegahan dan penanganan.

“Pencegahan menjadi tanggung jawab penuh Dinas Kesehatan Kota Palu, sementara penanganan menjadi tanggung jawab Plt. Direktur RSUD Anutapura Palu,” ungkap Hidayat saat Rapat Koordinasi Pos Lapangan Pencegahan dan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Kota Palu, Sabtu, 4 April 2020..

“Dua lembaga itu sangat penting. Olehnya saya minta semua kebutuhan posko harus disiapkan oleh OPD lain yang telah ditugaskan. Posko kita buka setelah yang kita butuhkan ini sudah siap,” katanya.

Hidayat menyatakan, pencegahan dan penanganan Covid-19 ini betul-betul harus siap. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika ada lonjakan kasus dikemudian hari.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas