Home Palu

20-an Orang dari Keluarga “I” Jalani Isolasi Mandiri

160
dr. Husaema. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)
  • Hasil Tes positif, Istri Pasien Corona Diisolasi

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kesehatan Kota Palu telah mengambil langkah antisipasi agar virus Corona tidak menyebar. Menyusul seorang perempuan berinisial “I” yang positif Corona. Dia adalah istri dari pasien Covid-19 yang meninggal dunia ri RSU Anutapura pada 30 Maret 2020 lalu.

Kadis Kesehatan Kota Palu, dr Husaema mengatakan, hampir semua keluarga dari “I” sudah menjalani rapid test untuk mengetahui apakah tertular Covid-19 atau tidak.

“Sekitar 20 orang keluarganya diperiksa termasuk dari istri pasien positif yang meninggal itu,” kata dr Husaema yang dihubungi Metrosulawesi, Ahad 5 April 2020.

Dari hasil rapid test itu, ke-20 orang itu negatif. Kecuali “I” positif terkena Corona. “I” langsung berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) di rumah sakit.

“Dan pasien itu telah dilarikan ke RSUD Undata Palu untuk mendapatkan penanganan dari petugas medis,” ujarnya.

“Pasien yang dijemput oleh petugas medis itu, tinggal di jalan Mangga dan merupakan istri dari pasien positif Covid-19 yang belum lama ini meninggal dunia,” kata Husaema menambahkan.

Husaema mengatakan, status positif yang disandang “I”, baru berdasarkan hasil rapid test, sedangkan hasil dari swab test belum keluar.

“Kita tidak bisa menyatakan positif corona, karena nanti swab test yang menentukan, siapa tahu virus influenza atau virus lain yang ada di tubuhnya,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak Dinkes Kota Palu tidak ingin mengambil risiko. Yang bersangkutan langsung dijemput oleh tim medis di rumahnya untuk dibawa ke RSUD Undata guna menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit.

Tidak hanya “I”, kata Husaema, pihaknya juga langsung memeriksa sedikitnya 20 orang dari keluarga “I”. Beruntung dari pemeriksaan rapid test itu, semuanya negatif, kecuali “I” yang positif.

Tidak hanya melakukan rapid test ke keluarga I, petugas dari Dinas Kesehatan Kota Palu juga melakukan penyemprotan disinfektan ke semua rumah dengan radius cukup jauh dari rumah pasien itu. Mulai dari samping rumah dan belakang rumahnya. Jadi Dinkes Palu sudah amankan wilayahnya.

Sebelum dibawa ke RSU Undata, “I” itu sudah sempat menjalani isolasi mandiri di rumahnya selama beberapa hari.

“Dan menurut informasi dari petugas medis tidak ada keluarga yang menemaninya,” jelasnya.

Untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar menjalani isolasi, pihak Dinkes Kota Palu memutuskan untuk membawa yang bersangkutan ke rumah sakit.

“Kami ingin menjaga, jangan sampai ibu itu keluar. Kemudian juga secara psikologis tetangga di sekitarnya pasti ada rasa khawatir atau ketakutan, sehingga pemerintah mengambil sikap bagaimana menjaga ketenteraman masyarakat,” ungkapnya.

Husaema mengimbau kepada 20 keluarga yang sudah menjalani rapid test untuk tetap menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Jangan keluar kemana-mana, meskipun hasil dari rapid test mereka negatif,” kata ketua IDI Kota Palu itu.

Masih terkait dengan 20 warga itu, dr Husaema mengatakan, kalau dalam perjalanan selama 14 hari, ada gejala di antara mereka, maka langsung diperiksa. Dan jika tidak, maka dalam 14 hari berikutnya, mereka akan diperiksa lagi melalui rapid tes, jika masih negatif maka baru dikatakan aman. Mereka masuk dalam OTG (orang tanpa gejala).

Husaema mengimbau, masyarakat tidak perlu panik. Artinya orang diisolasi itu tidak akan menularkan ke orang lain, sebab tidak melakukan kontak fisik dengan pasien itu.

Seperti diberitakan Metrosulawesi, Sabtu 4 April 2020, dua pasien positif Corona yang dirawat di RSU Undata kini sudah negatif corona.

Wakil Direktur (Wadir) RSUD Undata Bidang Pelayanan, dr Amsyar Praja, mengungkapkan kedua pasien kini negatif corona setelah hasil pemeriksaan swab test lanjutan keluar.

“Hasil pemeriksaannya kami terima tadi pagi (Sabtu,red), dengan status sudah negatif,” ungkap Amsyar kepada Metrosulawesi, Jumat, 3 April 2020.

Meski sudah negatif, Amsyar mengungkapkan kedua pasien belum dipulangkan karena harus pemeriksaan satu kali lagi. Ini sesuai pedoman penanganan pasien virus corona untuk dinyatakan terbebas dari Covid-19 harus melalui dua kali pemeriksaan dengan hasil negatif. Kedua pasien itu yakni pasien 01 berinisial “H” dan pasien 02 berinsial EBA.

Terpisah, Plt Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, dr Hery Mulyadi,mengatakan,hasil swab test laboratorium dari Makassar menyatakan dua PDP (pasien dalam pengawasan) di RSU Anutapura terkonfirmasi positif corona, dan satu negatif.

“Dua PDP yang terkonfirmasi positif itu, salah satunya pasien yang telah wafat itu inisial N, sementara satunya lagi yang positif masih menjalani perawatan di ruang isolasi, inisialnya W usia 58 tahun, riwayat perjalanannya yang jelas dari daerah terpapar Covid-19,” kata Hery, saat dihubungi Metrosulawesi, Jumat, 03 April 2020.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas