Home Palu

PDP di RS Madani Negatif Corona

1326
dr Nirwansyah Parampasi - dr Amsyar Praja. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Dua Pasien Positif Masih Tunggu Hasil Swab Lanjutan

Palu, Metrosulawesi.id – Dua pasien positif virus corona (Covid-19) di RSUD Undata Sulteng semakin membaik. Wakil Direktur RSUD Undata Bidang Pelayanan, dr Amsyar Praja, mengungkapkan untuk bisa dipulangkan harus menunggu hasil swab test (pemeriksaan jaringan hidung dan tenggorokan) lanjutan dari Balitbang Jakarta.

“Kita masih menunggu hasilnya, kalau nanti sudah dinyatakan negatif, baru bisa dipulangkan. Tapi yang pasti, sesuai laporan yang saya terima kedua pasien sudah dalam kondisi baik,” ungkap Amsyar kepada Metrosulawesi, Rabu, 1 April 2020.

Amsyar menerangkan swab test lanjutan kedua pasien positif tersebut sudah dikirim beberapa hari lalu. Jika nantinya dinyatakan negatif, tinggal menunggu hasil pemeriksaan satu kali lagi untuk bisa dipulangkan.

“Pasien harus dua kali diperiksa. Kalau pemeriksaan kedua juga dinyatakan negatif baru bisa kita pulangkan,” terang Amsyar.

Diketahui, setiap pasien positif corona memang akan diperiksa swab berulang kali untuk mengetahui apakah tubuhnya sudah terbebas dari virus. Amsyar mengatakan kedua pasien diawasi ketat oleh tim dokter penanganan virus corona RSUD Undata.

Selain pasien positif, tim dokter juga memantau perkembangan dua PDP di RSUD Undata Sulteng. Kedua PDP juga masih menunggu hasil swab test dari Jakarta yang sudah dikirim beberapa waktu lalu.

“Kalau PDP sudah tidak ada bertambah di RSUD Undata, tetap hanya dua orang,” ucapnya.

Dibeberkan, dua pasien positif corona di RSUD Undata berjenis kelamin perempuan dewasa tua dan laki-laki. Satu pasien positif tersebut diketahui merupakan anggota DPRD Provinsi Sulteng Fraksi PDI-P.

Menjalani isolasi, pasien corona dipastikan tidak bisa dijenguk oleh keluarga maupun kerabat. Jika ingin memberikan makanan atau lainnya harus menitipkan kepada tim dokter RSUD Undata atau melalui perawat.

Ketentuan ini merupakan protokol penanganan pasien PDP dan positif virus corona (Covid-19). Ketentuan serupa berlaku di semua rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan virus corona.

“Kalau mau antar makanan dititip saja ke perawat, nanti akan dikasih kepada pasien,” tandas Amsyar.

Terpisah, Direktur RSUD Madani Sulteng, dr Nirwansyah Parampasi, mengungkapkan satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terindikasi corona di rumah sakit yang dipimpinnya dinyatakan negatif Covid-19.

“Hasil pemeriksaan lab-nya negatif, pasien sudah kami pulangkan,” ungkap Nirwansyah kepada Metrosulawesi, Rabu, 1 April 2020.

Dia menerangkan PDP dengan riwayat perjalanan dari Jakarta tersebut diisolasi sejak 22 Maret 2020. Adapun RSUD Madani saat ini tinggal mengisolasi dua PDP terindikasi corona yang masuk pada Selasa, 31 Maret dan Rabu, 1 April 2020.

“Pasien dalam pengawasan di RSUD Madani tinggal dua orang, karena satu sudah kami pulangkan,” ucapnya.

Dua PDP itu berjenis kelamin wanita dengan usia dewasa muda dan dewasa tua sekitar 60 tahun. Diungkapkan riwayat perjalanan pasien dari Provinsi Dearah Itimewa Yogyakarta dan Papua.

Nirwansyah menjelaskan salah satu pasien masuk dalam keadaan demam tinggi dan batuk-batuk sebagaimana gejala virus corona. Penanganan yang dilakukan dengan membawa pasien lamgsung ke ruang isolasi tanpa melewati UGD.

Tujuannya agar tidak tercampur dengan pasien lain yang berobat di UGD RSUD Madani. Pasien ditangani dengan obat penurun deman dan batuk-batuk sambil mengobservasi tanda-tanda kegawatan.

“Begitu standar pelayanan atau SOP penanganan PDP sambil menunggu hasil laboratoriumnya,” jelas direktur.

Saat ini pemeriksaan yang telah dilakukan RSUD Madani hanya rapid test karena menunggu pembelian alat Polymerase Chain Reaction (PCR). Itu karena Pemprov Sulteng dalam waktu dekat akan mendatangkan PCR.

“Bapak gubernur sudah memerintahkan pengadaan PCR, jadi kita tidak perlu lagi mengirim pemeriksaan ke Jakarta. Makanya kita masih menunggu alat itu datang untuk pemeriksaan hasil swab test ke dua pasien,” terang Nirwansyah.

Dia mengatakan untuk mengetahui pasti seorang pasien positif atau negatif Covid-19 harus melalui pemeriksaan swab menggunakan PCR. Rapid test pada dasarnya dikatakan tidak dianjurkan untuk mendiagnosa seorang PDP.

“Kami masih menuggu alat itu (PCR), baru dilakukan pemeriksaan swab kedua pasien,” pungkas direktur.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas