Home Morowali Utara

Berita Duka Bupati Morut Meninggal

324
Bupati Morowali Utara (Morut), Ir. Aptripel Tumimomor MT. (Foto: Ist)
  • Bukan Covid 19 dan Sempat Jalani Perawatan di RS Siloan Hospital Makassar

Palu, Metrosulawesi.id – Kabar duka menyelimuti masyarakat Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah. Ir. Aptripel Tumimomor MT, dikabarkan meninggal dunia di Siloan Hospital  Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (02/04/2020) malam.

Kabar meninggalnya Bupati Morut ini,  beredar luas di grup Whatsapp  yang bermula dari postingan seorang jurnalis yang bertugas di Kolonedale, Morut, yang mengabarkan di status WA-nya  yang mengabarkan meninggalnya Bupati Aptripel Tumimomor.

Postingan tersebut mendapat komentar dari sejumlah kalangan dengan menyampaikan duka cita. Bahkan, ada diantaranya mempertanyakan kepastian informasi meninggalnya Bupati Morut.

Kepala Biro Humas dan Protokol  Provinsi Sulteng, Haris Kariming di Group WA Liputan Covid 10 Sulteng, menyampaikan berita duka atas meningglanya Bupati Morut Aptripel Tumimomor. Bahkan, untuk memperjelas kepastian wafatnya Bupati Morut, Haris Kamiring melalui rekaman audio yang beredar di group WA membenarkan atas meninggalnya Bupati Morut.

Bupati Aptripel Tumimomor, sebelum meninggal sempat menjalani perawatan  beberapa hari di Siloan Hospital Makassar. Tepat pukul 20.30 Wita, Aptripel menghembuskan napas terakhirnya.  

Dikabarkan sebelumnya, Aptripel Tumimomor MT menjalani rawat inap di Siloam Hospital Makassar, Sulawesi Selatan. Almarhum diketahui menderita udem paru akut, menyusul serangan demam dengue empat hari sebelumnya.

Diagnosis laboratorium itu, dikemukakan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Morowali Utara, dr Daniel Winarto MBiomed SpPD dalam konferensi pers di RSUD Kolonodale, Kamis (2/4).

Konferensi pers itu turut dihadiri Sekretaris Kabupaten Morowali Utara Ir Musda Guntur MM, Kepala Dinas Kesehatan Morowali Utara Dr Delnan Lauende MKes, serta Direktur RSUD Kolonodale dr I Made Pujawan MKes.

Daniel mengatakan hasil tes laboratorium terkait demam dangue diketahui Jumat (27/3). Berselang empat hari kemudian, Selasa (31/4), Aptripel dinyatakan mengidap udem paru akut atau penumpukan cairan di organ tersebut.

“Awalnya bupati menderita demam dangue. Namun sakit beliau bertambah akibat penumpukan cairan di paru-paru. Saat itu beliau memilih tidak diopname di rumah sakit,” jelasnya.

Tak sampai disitu, dokter ahli penyakit dalam itu juga melakukan rapid test untuk mengetahui paparan Covid-19 terhadap Aptripel, hasilnya menunjukan indikator negatif. “Rapid test menujukan negatif. Artinya sakit Bupati tidak terkait C-19,” ungkap  Daniel.

Aptripel yang masih bertahan di rumah dinas selanjutnya diberikan terapi obat-obatan dan oxygen. Proses itu dipantau langsung oleh Daniel.

Sehari kemudian, Rabu (1/4), kondisi Aptripel memburuk sebelum dilarikan ke RSUD Kolonodale. Namun karena hal tehnis, Aptripel kemudian dirujuk ke rumah sakit Siloam Makassar, dan Kamis malam Bupati Morut Aptripel Tumimomor meninggal pada usia 55 tahun. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas