Home Morowali

Satu Pasien Status PDP di Morowali

820
Ashar M Maruf. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)
  • Ashar Ma’ruf: Yang Bersangkutan  ke Morowali Dalam Rangka Usaha

Morowali, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kesehatan,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Daerah Morowali, Sulawesi tengah,  Ashar Ma’ruf,  mengakui pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morowali menetapkan seorang pasiennya berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP).

Dari laporan pihak RSUD, kata Ashar Ma’ruf, status PDP merupakan warga negara Indonesia berusia 69 tahun, yang memiliki KTP dengan alamat Belopa, Sulawesi Selatan. Keberadaan yang bersangkutan di Bahodopi, karena kegiatan usaha.

‘’Yang bersangkutan asal Sulawesi Selatan. Disini (Bahodpi) dalam rangka kegiatan usaha Jadi, bukan penduduk asli Morowali,’’ jelas Ashar Ma’ruf kepada Metrosulawesi.id, Kamis (01/04/2020).

Dari riwayat pasien, lanjut Ashar, dua minggu sebelumnya yang bersangkutan mendapatkan tindakan operasi di salah satu rumah sakit Makassar. Karena merasa sakit, pasien mendatangi RSUD Morowali dengan keluhan sakit demam.

‘’Oleh dokter saat itu menduga yang bersangkutan ada penyakit typoid. Untuk meyakinkan kembali, pihak rumah sakit kembali melakukan pemeriksan. Termasuk pasienmenjalani rapid test antibody sebanyak dua kali,’’ ungkap Ashar.

Ternyata dari hasil pemerikaan ulang, urai Ashar, yang bersangkutan di rapid test hasilnya positif. Foto rongen oleh tim dokter mengambarkan penyakit kea rah pneumonia,’’ urainya,

Berdasarkan hasil pemerikaan itulah, pihak rumah sakit menetapkan yang bersangkutan dengan status PDP. Dan langsung merujuk ke RSU Kolonedale, Kabupaten Morowali Utara, sebagai rumah sakit rujukan.

‘’Pihak rumah sakit Morowali, merujuk pasien ke RSU Kolonedale yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan pasien pandemic Covid 19,’’ tutup Ashar Ma’rf yang juga juru bicara tim Satgas Penanganan Covid 19 di Morowali. (*)

Reporter: Murad: Mangge

Ayo tulis komentar cerdas