Home Sulteng

Pemprov Usul Gudang Pendingin Tampung Cadangan Pangan

89
Hasanuddin Atjo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Antisipasi Pandemi Covid-19 Berkepanjangan

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah pusat dan daerah melakukan berbagai upaya mengantisipasi pandemi virus corona (Covid-19) jika berkepanjangan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dr Hasanuddin Atjo, mengusulkan pemanfaatan gedung pendingin yang ada di daerah ini untuk menampung/menyimpan bahan pangan.

“Fasilitas ini (gedung pendingin) dapat dimanfaatkan untuk menampung bahan pangan protein seperti ikan atau ayam dengan intervensi dana dari re-alokasi provinsi dan kabupaten/kota. Itu akan menjadi cadangan pangan protein bila nantinya pandemi ini berkepanjangan.  Tentu harapan dan doa kita bersama kiranya pandemi ini bisa segera diakhiri,” ujar Hasanuddin, Selasa, 31 Maret 2020.

Dia mengungkapkan gudang pendingin di wilayah Sulteng terdapat di setiap pelabuhan perikanan yang dibangun menggunakan APBN dan APBD. Pembangunan tersebut dilaksanakan ketika Hasanuddin menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah pada 2007-2019.

“Setiap pelabuhan perikanan telah dibangun gudang pendingin dan pabrik es yang bertujuan untuk stabilitas harga, yaitu di saat musim ikan, hasil tangkapan nelayan di tampung dan disalurkan pada saat dibutuhkan,” ungkap Hasanuddin.

Hasanuddin membeberkan ada 9 lokasi yang telah dibangun fasilitas gudang pendingin/pabrik es yaitu 2 di Donggala, 2 di Tolitoli, 1 di Parigi Moutong, 1 di Morowali, 1 di Banggai dan 2 di Banggai laut.

Hal ini penting belajar dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemi corona, terlebih jika berkepanjangan. Kemandirian dan ketahanan pangan yang telah lama menjadi program nasional juga seyogianya harus lebih diprioritaskan, didorong, dan dimaksimalkan. 

“Menjadi salah satu tugas pokok pemimpin daerah untuk membangun kemandirian pangan di masing-masing wilayahnya,” ucapnya.

Dia menambahkan berdasarkan data dari Global Food Security Indek (2019), bahwa indeks Ketahanan Pangan Nasional berada di urutan ke 62 dengan nilai sekitar 62,6 dari 113 Negara yang diukur.  Philipina berada dibawah Indonesia yaitu peringkat 64. Singapura berada di urutan paling atas dengan nilai 87,4. Malaysia  di urutan 28, Thailand 52, dan Vietnam di urutan ke 54.

“Bila dikaitkan  dengan upaya menghadapi pandemi corona, maka Negara dengan indeks kemandirian pangan yang tinggi lebih mampu menekan angka kematian dari kasus positif dan menaikkan angka kesembuhan,” pungkas Hasanuddin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas