Home Politik

KPU Poso Nonaktifkan PPK

117
Budiman Maliki. (Foto: Ist)

Poso, Metrosulawesi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Poso mengambil keputusan untuk menonaktifkan sementara masa tugas puluhan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulteng dan pemilihan bupati dan wakil bupati Poso tahun 2020. Pemberhentian sementara masa tugas 95 orang anggota PPK yang tersebar di 19 kecamatan Sekabupaten Poso tersebut, merupakan tindak lanjut dari KPU Poso terkait keluarnya Surat Edaran (SE) KPU RI Nomor 8 2020 dan SK KPU RI 179 tentang penundaan tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota serentak tahun 2020 dalam upaya pencegahan wabah virus Corona atau Covid 19.

Ketua KPU Kabupaten Poso, Budiman Maliki, yang ditemui diruangannya pada Senin (30/3/2020) mengatakan, selain menonaktifkan anggota PPK bersama sekertaris PPK, sebelumnya KPU Poso juga telah menindaklanjuti SE dan SK KPU RI tersebut, dimana KPU Poso telah menunda pelantikan anggota PPS terpilih yang seharusnya dilaksnakan pada 22 Maret 2020.

Budiman menjelaskan, sebanyak empat tahapan pelaksanaan Pilkada 2020 antara lain yang ditunda, yaitu pelantikan anggota PPS, penundaan pemutakhiran data, penundaan verifikasi faktual berkas dukungan calon perseorangan, penundaan pembentukan PPDP, serta penundaan tahapan penyusunan daftar pemilih serta tahapan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit)

“Beberapa hari pasca keluarnya SE 285 2020 tersebut, sebagai tindaK lanjut Kpu Poso diperintahkan oleh KPU RI untuk ikut menunda masa kerja anggota PPK terhitung mulai April 2020. Selain anggota PPK, sekertariat PPK juga ikut dinon aktifkan sementara sambil menunggu waktu yang belum ditentukan,” ungkap Budiman Maliki.

Budiman menambahkan, sekalipun kegiatan-kegiatan tahapan Pilkada sebagian tertunda, tetapi ada beberapa kegiatan yang bisa KPU Poso lakukan seperti penyandingan data DP4 atau DPP khusus untuk internal KPU Poso tetap berjalan seperti biasa. Bahkan kegiatan sosialisasi tanpa harus melibatkan banyak orang seperti workshoop atau sosialisasi melalui radio, serta aktifitas pelayanan kesekertariatan di KPU Poso tetap berjalan seperti biasa, sekalipun secara prosedur tetap diperhatikan terkait pencegahan virus Covid 19 yang ditetapkan oleh KPU RI ataupun Pemda setempat.

“Intinya KPU Poso tetap menunggu instruksi terbaru atau surat edaran dari KPU RI terkait dengan beberapa tahapan Pilkada yang tertunda. Yang jelas kami tegaskan jika KPU bukan menunda Pilkada, akan tetapi tahapan Pilkada yang tertunda,” tambahnya lagi.

Budiman menggambarkan,terkait masa kerja PPK dan PPS, KPU Poso sendiri mengakui jika para petugas Adhoc tersebut akan dinonaktifkan sementara, terhitung mulai bulan april 2020, dan akan kembali aktif berdasarkan petunjuk selanjutnya dari KPU RI. Khusus untuk anggota PPK, mengingat masa kerja mereka telah aktif selama 1 bulan terakhir, maka honorarium untuk bulan Maret akan dibayarkan, sementara untuk anggota PPS terpilih belum dibayarkan karena belum dilantik dan belum bekerja.

“Honor anggota PPK untuk bulan Maret tetap akan kita bayarkan, karena pelaksanaan hitungan masa kerja berdasarkan SE terhitung mulai bulan April, maka pada April belum melibatkan petugas Adhoc seperti PPK dan PPS ataupun sekertariat PPK dan PPS terkait pelaksanaan sejumlah tahapan Pilkada yang tertunda, dalam SE KPU RI yang terbaru disampaikan jika akibat penundaan sejumlah tahapan pelaksanaan Pilkada 2020, maka masa tugas atau kerja para anggota adhoc juga di hentikan sementara sambil menunggu petunjuk selanjutnya,” jelas Budiman Maliki.

Budiman memastikan, penundaan masa kerja para anggota adhoc seperti PPK dan anggota PPS tersebut akan dikeluarkan SK dari KPU Poso terhitung 1 April 2020. Untuk menggerakkan sejumlah tahapan Pilkada yang tertunda, seandainya KPU provinsi Sulawesi Tengah, maupun KPU RI membutuhkan informasi data dan kebutuhan-kebutuhan supporting lainnya, KPU Poso dan sekertariat tetap bekerja sesuai dengan instruksi yang ada.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas