Home Sulteng

Memutus Matarantai Penyebaran Covid-19

76
Kadis Pariwisata Sulteng, I Nyoman Sriadijaya I Nyoman Sriadijaya. (Foto: Ist)
  • Kegiatan Kepariwisataan di Sulteng Ditiadakan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah (Sulteng), I Nyoman Sriadijaya, mengungkapkan, saat ini kegiatan-kegiatan kepariwisataan di Provinsi Sulteng untuk sementara ditiadakan sampai dengan batas waktu yang ditentukan.

“Bidang industri pariwisata maupun ekonomi kreatif di Sulteng, saat ini sangat terpukul sekali, karena sejumlah fasilitas umum diimbau untuk tidak dikunjungi oleh masyarakat,” kata I Nyoman, di Palu, Senin, 30 Maret 2020.

Kata I Nyoman, sesuai dengan edaran pemerintah untuk memutus matarantai penyebaran virus corona (Covid-19), kegiatan yang bersifat massal seperti di tempat-tempat wisata, termasuk rapat di hotel-hotel untuk sementara waktu ditiadakan.

“Bahkan tidak melakukan bocking atau pesanan, serta pelayanan kegiatan-kegiatan meeting sampai dengan batas waktu, semua itu dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Namun kata I Nyoman, dengan kondisi ini tentu dunia usaha pariwisata termasuk juga biro perjalanan yang mobile mengalami penurunan omset secara total, dan pasti akan berdampak terhadap pelaku usaha.

“Tetapi kami bersyukur dengan edaran OJK semoga ditindaklanjuti oleh perbankan, bahwa ada beberapa opsi keringanan yang diberikan kepada pelaku usaha. Jika situasi saat ini harus tutup, mungkin ada pertimbangan-pertimbangan khusus, apakah ada perpanjangan waktu untuk pengembalian mulai menyicil atau seperti apa. Kami berharap ada penanganan terbaik untuk pelaku usaha,” jelasnya.

Selain itu kata I Nyoman, dengan adanya maklumat Kapolri tentunya ini harus dipatuhi oleh masyarakat dan pelaku usaha. Utamanya pengelola tempat-tempat hiburan, rekreasi, bioskop, hotel serta cafe dan restaurant.

“Masyarakat saat ini diimbau untuk tidak berkumpul dan sedapat mungkin kembali ke rumah masing-masing. Dan pihak pengelola usaha juga sudah sangat paham dengan kondisi dan mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun daerah,” ujarnya.

Selain I Nyoman berharap, pihak kepolisian dapat melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat umum termasuk tempat pariwisata yang ada.

“Saat ini juga pintu masuk transportasi darat sudah dijaga ketat, bahkan sudah ada penutupan untuk mobilisasi yang sifatnya tidak sangat penting, dan otomatis dengan kondisi saat ini masyarakat berfikir untuk melakukan rekreasi atau mengunjungi tempat wisata,” katanya.

Sementara itu, kata I Nyoman, terkait dengan wisatawan mancanegara tentu sudah sangat sulit masuk ke daerah, disamping itu juga mereka kembali ke negaranya juga sulit kerana sudah lockdown. Hanya saja mungkin tenaga kerja asing yang masih ada di tempat-tempat kerjanya, tetapi tentu dalam pengawasan yang ketat.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas