Home Palu Pemkot Palu Kesulitan Pesan APD

Pemkot Palu Kesulitan Pesan APD

72
dr Husaema. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Semua RS dan Puskesmas Kekurangan APD

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Husaema, mengatakan, hampir semua rumah sakit (RS) dan Puskesmas di Kota Palu kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Namun sudah ada upaya dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengeser anggaran dalam pengadaan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, untuk penanganan virus corona (Covid-19).

“Tetapi yang jadi masalah saat ini adalah tempat kita memesan APD itu, barangnya sudah mulai kosong. Inilah yang menjadi hambatan bagi kami, walaupun anggaran sudah digeser, tetapi tempat kami pesan dimana? semua orang sudah borong, sebab yang membutuhkan se- Indonesia,” ujar Husaema, melalui ponselnya, Senin, 23 Maret 2020.

Kata Husaema, saat ini lebih cepat konsumen dari pada kecepatan produksi, sehingga bukan Pemkot Palu tidak mau menggadakan APD itu, tetapi penyedianya saat ini belum siap.

“Jadi sekarang ini perlu dipahami bahwasanya APD itu ada keterbatasan, tetapi sampai saat ini APD itu masih ada di RS, namun kami khawatirkan jangan sampai habis,” ungkapnya.

Husaema mengatakan, pemerintah tetap melakukan upaya terkait dengan penggadaan APD itu, berapapun nilainya, Pemkot Palu telah siapkan dana. Sebab anggaran telah digeser sekian miliar untuk pengadaan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan oleh tenaga medis.

“Hanya saja sekarang ini penyedia APD itu siap atau tidak, ini yang menjadi kendala,” katanya.

Selain itu, kata Husaema, dari semua yang dapat dipantau oleh Dinkes Palu, belum ada warga yang positif covid-19, namun ada juga yang tidak sempat dijangkau. Inilah yang menjadi dasar perlu ada alat proteksi diri pada masing-masing orang.

“Jadi bukan hanya depan kantor Wali Kota saja disiapkan alat tersebut, tetapi jika perlu setiap rumah kalau bisa menyediakan keselamatan diri masing-masing, maka kami mengimbau masyarakat agar menjaga kesehatannya dengan alat proteksi diri itu,” ujarnya.

Bahkan rencananya, kata Husaema, sekitar 7.000 botol hand sanitizer akan disalurkan ke Huntara, namun jadwalnya belum diketahui kapan, karena itu tergantung bahan.

“Jika bahannya ada maka kami akan adakan, tetapi kalau bahan tidak ada, kita menunggu sampai bahan itu ada, karena kita mau beli barangnya tidak ada,” ungkapnya. 

Husaema juga mengatakan, penyemprotan disinfektan sudah mulai dilakukan sejak 20 Maret hingga saat ini, diprioritaskan pada tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat, seperti sekolah, dan tempat lainnya.

“Saat ini juga di setiap Puskesmas di Palu telah ada posko Covid-19, yang dinamakan Tim Surveilans,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here