Home Palu

Peminat IAIN Palu Semakin Meningkat

642
Rektorat IAIN Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof Sagaf S Pettalongi, mengungkapkan peminat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu semakin meningkat. Ini dibuktikan dari jumlah pendaftar melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) yang mencapai 5.000 orang.

“Yang kami buka baru satu jalur melalui SPAN, tapi masih ada dua jalur lagi,” ungkap Prof Sagaf di Palu, Kamis, 5 Maret 2020.

Namun dengan masih keterbatasan sarana dan prasarana, dikatakan tidak semua pendaftar bisa diterima karena dibatasi kuota. Saat ini tercatat mahasiswa IAIN Palu dari berbagai angkatan mencapai 9.290 orang.

“Kami masih terus membenahi sarana/prasarana yang rusak akibat bencana tahun 2018 lalu,” ucap Rektor.

Rektor mengatakan IAIN Palu sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus berupaya memaksimalkan daya tampung untuk menyerap putra/putri daerah guna melanjutkan pendidikan tinggi.

Dicontohkan tahun 2019 lalu lulusan SMA sederajat se-Sulawesi Tengah mencapai 28.000 orang lebih.  Dari jumlah itu yang diterima di kampus Universitas Tadulako hanya 9.000 orang lebih. Itu artinya masih ada ribuan lagi yang harus mencari perguruan tinggi lain, salah satunya ke IAIN Palu.

Prof Sagaf menuturkan IAIN saat ini tengah fokus menuntaskan alih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Dengan menjadi UIN diharapkan bisa memberi akses pendidikan yang luas kepada lulusan putra/putri daerah.

“Tapi kami pastikan IAIN dalam kapasitas sekarang maupun ketika menjadi UIN punya konsep integrasi keilmuan antara sain dan agama. Ini akan kita kembangkan dalam membantu memberikan pencerahan kepada generasi muda mendalami konsep-konsep Islam yang moderat,” ujar Prof Sagaf.

Semakin mengenalkan konsep Islam moderat dinilai tepat untuk membentengi mahasiswa dari paham-paham dan gerakan-gerakan radikal. Posisi IAIN yang nantinya menjadi UIN berperan membina pemahaman keagamaan generasi muda.

“Kami sebagai salah satu PTKIN tentu konsep keagamaan sudah jelas dalam meminimalisir paham-paham radikal,” pungkas Rektor.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas