Home Ekonomi

Kemiskinan Jadi PR Pemimpin Baru Sulteng

127
Hasanuddin Atjo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan masih menjadi persoalan di Sulawesi Tengah (Sulteng). Ketiga persoalan itu menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi siapapun yang akan memimpin Sulteng kedepan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Dr Hasanuddin Atjo, mengungkapkan sesuai arahan gubernur, persoalan kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan menjadi tanggung jawab bersama untuk diminimalkan.

“Apalagi kita baru saja dilanda bencana multidampak pada 2018 lalu,” ungkap Hasanuddin, Kamis, 5 Maret 2020.

Dia mengatakan sesuai data dari BPS Sulawesi Tengah pada 2019, angka kemiskinan masih tinggi sekitar 13,18 persen ditambah lagi keparahan dan kedalaman kemiskinan makin meningkat. Demikian juga dengan indeks williamson yang semakin meningkat, sebagai indikator semakin besar disparitas pendapatan antar kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Padahal saat bersamaan angka pertumbuhan ekonomi Sulteng yaitu 7,15 persen atau tertinggi di Indonesia. Olehnya rancangan RPJMN Sulawesi Tengah pada 2020-2024 akan memberikan perhatian terhadap terbangunnya keseimbangan pembangunan maupun pengembangan sektor tambang dan non tambang (pangan, pariwisata dan industri kreatif).

Nantinya akan berorientasi pada nilai tambah yang berbasis industri, pengembangan infrastruktrur logistik (laut, darat dan udara), air bersih dan listrik, peningkatan pendidikan vokasi terkait pangan, tambang, navigasi, dan pariwisata, serta mempersiapkan Sulawesi Tengah menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Selain itu, persiapan sebagai jembatan penghubung IKN dan Kawasan Timur Indonesia, Maluku, Maluku Utara dan Papua melalui Tol darat Tambu-Kasimbar yang diintegrasikan dengan tol laut. Skenario untuk pertumbuhan ekonomi Sulteng yang inklusive dan bertumpu di sektor tambang maupun non tambang telah dipersiapkan dalam RPJMN 2020-2024.

“Tapi ini bergantung kepada pemimpin penerus di Sulawesi Tengah, baik gubernur maupun bupati/walikota akan datang. Untuk itu dibutuhkan pasangan pemimpin yang berkapasitas konseptor dan eksekutor. Tidak lagi sekadar hanya untuk memenangkan pertandingan. Pengalaman-pengalaman yang ada harus menjadi pembelajaran,” ucap Hasanuddin.

Dia menambahkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 23 September mendatang menjadi momentum penting dan strategis bagi majunya Sulawesi Tengah sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, diikuti angka kemiskinan, pengangguran dan ketimpangaan yang rendah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas