Home Palu

Ma’sum: Guru Madrasah Harus Jadi Teladan

117
BERI MATERI - Kepala Kemenag Palu, Ma’sum Rumi, saat membawakan materi tentang pembangunan bidang agama di kegiatan DDWK yang digelar Balai Diklat Keagamaan Manado, di Aula MTsN 2 Palu, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Ma’sum Rumi, mengungkapkan, agama mempunyai kedudukan yang sangat penting dan strategis, terutama sebagai landasan spiritual, moral, dan etika dalam kehidupan umat beragama dan pembangunan nasional.

“Agama berfungsi sebagai sistem nilai yang wajib dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh pemeluknya, serta dapat menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Ma’sum, saat membawa materi pada kegiatan Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) yang digelar oleh Balai Diklat Keagamaan Manado, di Aula MTsN 2 Palu , belum lama ini.

Ma’sum mengatakan, guru Madrasah yang merupakan bagian dari Kementerian Agama, diharapkan mampu memberikan suri tauladan kepada masyarakat, karena Kemenag merupakan lembaga yang diamanatkan pemerintah untuk mengurus pembangunan bidang agama.

“Terkait perkembangan umat beragama, saya menggambarkan bahwa ke depan, kondisi umat beragama diperkirakan mengalami banyak perkembangan,” ujarnya.

Perkembangan itu, kata Ma’sum, meningkatnya interaksi antara agama dan politik, dan meningkatnya kesejahteraan ekonomi sebagian umat beragama yang berakibat semakin lebarnya gap antara kaya dan miskin.

“Kemudian kemajuan teknologi dan informasi yang terus meningkat, dan terus dialami umat beragama, serta semakin heterogennya (beragam) masyarakat di tiap daerah, khususnya perkotaan,” ungkapnya. 

Olehnya itu, Ma’sum berpesan, kepada peserta DDWK agar dapat berperan sebagai fasilitator bagi masyarakat, utamanya dalam hal-hal yang berhubungan dengan Kementerian Agama.

“Menurut saya tugas pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama adalah memfasilitasi kepentingan masyarakat beragama tersebut sesuai dengan tupoksi badan pemerintah lainnya, karena pembangunan masyarakat beragama adalah pembangunan masyarakat itu sendiri,” jelasnya.

Kegiatan ini menghadirkan 30 peserta dari kalangan guru-guru madrasah dan pengawas di lingkungan Kemenag Palu.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas