Home Palu Kuota KIP Kuliah Untad Belum Jelas

Kuota KIP Kuliah Untad Belum Jelas

248
Prof Mahfudz MP. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Bidikmisi yang selama ini dikenal bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, kini digantikan oleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. Hanya saja, kuota KIP Kuliah belum jelas, demikian halnya untuk Universitas Tadulako (Untad).

“Belum tau berapa, yang jelas tinggal mau dilihat usulan calon mahasiswa yang punya KIP berapa banyak,” ungkap Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP, Jumat, 21 Februari 2020.

Prof Mahfudz menjelaskan salah satu perbedaan yang mendasar antara Bidikmisi dengan KIP Kuliah yaitu tidak ada penggantian penerima. Mahasiswa penerima Bidikmisi bisa digantikan apabila tidak memenuhi persyaratan, tidak demikian halnya untuk KIP Kuliah.

“Kalau Bidikmisi-kan bisa diganti mahasiswa lain jika IPK tidak mencukupi, sementara KIP Kuliah tidak bisa. Jadi kalau ada penerima yang tidak memenuhi persyaratan meneriman KIP Kuliah maka anggarannya harus dikembalikan ke kas negara,” jelas Rektor.

Penerima KIP Kuliah dikatakan Rektor dimulai mahasiswa baru angkatan 2020 yang saat ini penerimaannya sedang berlangsung. Sementara itu, secara nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuka pendaftaran KIP Kuliah mulai 21 Februari 2020.  Mahasiswa pemegang KIP Kuliah nantinya bakal mendapat bantuan berupa biaya kuliah sebesar Rp2,4 juta per semester dan bantuan biaya hidup Rp4,2 juta per semester.

 
“Mas menteri (Nadiem Makarim) berkomitmen melaksanakan arahan presiden dengan menyiapkan lebih dari 400 ribu KIP kuliah terdiri dari KIP Kuliah dan KIP Kuliah Afirmasi,” ujar Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Paristiyanti Nurwadini kepada CNNIndonesia.com, Selasa, 18 Februari 2020.

Kementerian berharap kode KIP K dapat digunakan dalam proses SNMPTN yang akan ditutup 27 Feb 2020. Penyaluran beasiswa Bidikmisi sementara itu rencananya bakal mulai disalurkan ke 366.088 siswa pada akhir Februari sampai awal Maret ini.

KIP Kuliah merupakan salah satu kebijakan besutan Presiden RI Joko Widodo di periode keduanya menjabat, menyusul KIP yang sudah ada sejak 2014 lalu. Melalui kartu ini, Jokowi membebaskan siswa memilih jurusan pada universitas yang diinginkan. KIP Kuliah merupakan lanjutan dari program Indonesia Pintar yang telah lebih dulu menyasar siswa di tingkat sekolah. Program Indonesia Pintar merupakan kerja sama tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, dan Kementerian Agama. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin, rentan miskin, prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here