Home Ekonomi KEK Palu Masih Hadapi Sejumlah Permasalahan

KEK Palu Masih Hadapi Sejumlah Permasalahan

158
Kawasan Ekonomi Khusus Palu di Pantoloan. Sejumlah kesepakatan tertunda akibat wabah virus corona yang menghantam China dan sejumlah negara lainnya. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) menargetkan capaian investasi tahun 2020 sebesar Rp10 triliun lebih dari 16 perusahaan yang beroperasi. Ditambah lagi Rp120 triliun secara bertahap dari rencana investasi China First Heavy Industries (CFHI) Company Limited. Namun KEK Palu masih menghadapi sejumlah permasalahan dalam pengembangannya.

Direktur Utama PT BPST Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan target capaian investasi tersebut diperoleh dari 16 perusahaan yang sudah dan akan beroperasi di KEK Palu.

Ke-16 perusahaan tersebut adalah PT Makmur Jaya, PT Panca Sentosa Investama, PT Sofie Agro Industries, PT Triwihaso Pilar Sukses, PT Wira Sukses Cemerlang, PT Alfa Industri Mandiri, PT Indomangan Industri, PT Sarana Dwima Jaya, PT Sulawesi Global Komodisti.

Kemudian ada PT British Bullion Investmen and Resouces, PT British Mining Esport and Import Resources, PT Harvard Cocopro Palu.

Selanjutnya ada PT Sula Kor Energi, PT Hashimoto Gemilang Indonesia, PT Nasana Mitra dan China First Heavy Industries Co Ltd.

Sementara untuk sektor yang digeluti dari perusahaan-perusahaan tersebut antara lain, pengolahan, industri agro, baja ringan, manufaktur, pertambangan, industri agro pertanian, pembangkit listrik, chips maupun barang kayu, bambu dan rotan.

Rata-rata industri yang berinvestasi di KEK Palu sudah mengantongi izin dan sedang dalam proses land clearing maupun konstruksi.

Kata Mulhanan, untuk mencapai target investasi tersebut, PT BPST sudah menyiapkan sejumlah agenda yaitu untuk pembangunan kawasan berupa sertifikasi lahan seluas 300 hektar dari target 1,500 hektar hingga tahun 2025. Kemudian jalan kawasan (rigid pavement) dengan lebar 20 meter sepanjang 2,5 kilometer dari target 20 kilometer hingga tahun 2020 ini.

Kemudian penyediaan air bersih dengan volume 35 liter/detik dari target 450 liter/detik sampai tahun 2025.

Selanjutnya, tambah Mulhanan, adalag kegiatan promosi investasi sebanyak 12 investor dari target 22 investor sampai Desember 2020.

Meski demikian, sejumlah permasalahan yang dihadapi perusahaan berupa belum adanya dukungan anggaran dari APBN untuk pembangunan jalan nasional dan air bersih. Begitupula untuk infrastruktur lainnya seperti listrik, dan pelabuhan juga masih menjadi masalah.

Reporter: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here