Home Donggala Warga Transmigran Bonemarawa Donggala Terus Diintimidasi

Warga Transmigran Bonemarawa Donggala Terus Diintimidasi

116
Rukhiyat. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Diminta Serahkan Lahan, Warga Lapor Polisi

Donggala, Metrosulawesi.id – Puluhan warga Bonemarawa Kecamatan Riopakava mengadu ke kantor DPRD Donggala, Senin (17/2/2020). Kedatangan warga Bonemarawa itu di bawah komando kepala dusunnya, Rukhiyat.

“Kami ke DPRD hanya silatuhrahmi dengan Pak Takwin (Ketua DPRD), sekaligus meminta petunjuk terkait lahan kami diserobot,” kata Rukhiyat Senin (17/2/2020).

Rukhiyat menjelaskan lahan mereka itu diserobot sejak tahun 1997 dan peristiwa ini tidak selesai hingga sekarang. Bahkan, kata dia di Bonemarawa yang mayoritas transmigran dari Jawa selalu diintimidasi segerombolan orang. Mereka meminta warga meninggalkan dan menyerahkan lahan atau tanah yang secara sah sudah memiliki sertifikat.

“Ini sudah lama pak sejak tahun 1997, kita diusir seperti bukan manusia pak mukanya yang ba usir seram-seram baru rambut gondrong. Mereka itu meminta kami meninggalkan atau menyerahkan lahan seluas 60 hektar. Peristiwa ini masih terjadi hingga sekarang, coba bapak (wartawan) hitung sudah berapa tahun kami warga transmigran dalam tekanan,” sebutnya.

“Sejak kami masuk ke Bonemarawa sebagai warga transmigran lahan 60 hektar itu sudah bersertifikat, kemudian dari 60 hektar dibagi per kepala keluarga (satu kk 2 hektar), makanya kami juga heran kenapa ada tekanan, olehnya atas saran ketua DPRD kami diperintahkan membuat laporan di Polres Donggala,” jelasnya.

Terpisah Kapolres Donggala AKBP Dadang Wahyudi yang dikonfirmasi wartawan Selasa (18/2) belum mengetahui secara detail informasi atau laporan warga Bonemarawa Kecamatan Riopakava.

“Iya ada laporan …tapi untuk detail belum saya cek, tq,” jawab Kapolres AKBP Dadang Wahyudi via WA.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here