Home Ekonomi Virus Corona Ganggu Investasi KEK Palu

Virus Corona Ganggu Investasi KEK Palu

157
Kawasan Ekonomi Khusus Palu di Pantoloan. Sejumlah kesepakatan tertunda akibat wabah virus corona yang menghantam China dan sejumlah negara lainnya. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu ikut terdampak penyebaran virus corona. Dampak yang paling terasa adalah tertundanya sejumlah agenda investasi dari sejumlah investor asal China. Bila dalam setahun tidak ada pergerakan investasi maka rekomendasi secara otomatis akan dibatalkan kemudian dilakukan evaluasi.

“Pemerintah China melarang warganya keluar dari negaranya. Tentu itu berdampak pada calon investor di KEK Palu,” kata Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola, Rabu siang (19/2/2020).

Menurut Longki, tertundanya sejumlah investasi dan tindaklanjut dari beberapa kesepakatan bisa hingga beberapa bulan ke depan.

“Termasuk kesepakatan tindaklanjut dengan calon investor yang belum lama ini ditandatangani. Mereka tidak bisa keluar dari negaranya dengan sendirinya tidak bisa bawa uang keluar,” kata Longki.

Longki berharap ada solusi segera untuk mengantisipasi masalah yang dihadapi tersebut dengan terus melakukan promosi kepada calon investor. Termasuk memberikan kemudahan seperti insentif dan fasilitas lainnya agar bisa mendorong percepatan investasi.

“Kita berharap ini tidak berlangsung lama untuk bisa merealisasikan investasi mereka,” kata Longki.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bangun Palu Sulteng (BPST) Andi Mulhanan Tombolotutu saat dikonfirmasi mengatakan, dampak virus corona tidaklah besar pengaruhnya karena mereka sudah masuk membuka kantor di Palu dan telah selesai MoU dengan BPST setelah LoI dengan Pemerintah.

“Sesuai jadwal memang mereka mulai operasional di bulan Maret. KITAS mereka dari BOD CFHI sudah keluar juga dari Imigrasi untuk empat orang,” kata Mulhanan Tombolotutu.

Kata Mulhanan, saat ini mereka lagi berada di Afrika Selatan menangani proyek mereka disana. Setelah melewati 14 hari atau lebih mereka keluar dari China sudah bisa masuk Indonesia dari negara ketiga.

“Kita berharap awal bulan Maret mereka sudah memulai aktivitas di KEK Palu,” katanya lagi.
Untuk CFHI, tambah Mulhanan, MoU sudah selesai di tandatangani seminggu sebelum Imlek. Pembentukan kerjasama direncanakan Februari namun tertunda ke bulan Maret.

Untuk pengembangan ke depannya, BPST juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai calon tenant dari Jepang, Korea, dan Australia.

“Sudah ada komunikasi awal. Jepang untuk industri wood pelet/chip, Australia industri smelter mangan dan Korea dengan industri perikanan dan hilirisasi nikel,” ujar Mulhanan.

Reporter: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here