Home Sulteng BPBD Imbau Warga Siapkan Tas Siaga Bencana

BPBD Imbau Warga Siapkan Tas Siaga Bencana

3017
Bartholomeus Tandigala. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng mengimbau warga setempat agar menyiapkan tas siaga bencana. Imbauan ini tidak terlepas dari kondisi Sulteng yang masih berpotensi dilanda bencana seperti banjir dan tanah longsor.

“Tas siaga bencana perlu selalu disiapkan, khususnya saat musim penghujan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala di Palu, Rabu, 22 Januari 2020.

Tas siaga bencana adalah tas yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila terjadi suatu bencana atau kondisi darurat lainnya. Tas siaga bencana sendiri memiliki fungsi untuk membantu bertahan hidup saat bantuan belum tiba. Selain itu, tujuan dari tas siaga bencana ini yaitu untuk mempermudah masyarakat saat proses evakuasi dilakukan.

Menurut Bartholomeus, tas siaga bencana sebaiknya disiapkan mulai dari sekarang. Pilih salah satu tas yang ukurannya bisa menyimpan keperluan saat berada di pengungsian. Setelah itu, pertimbangkan mana barang yang lebih penting untuk dibawa.

“Tas tidak usah terlalu besar dan berat, Ipada intinya isi tas siaga bencana berupa makanan, minuman, pakaian, senter, peluit, radio, obat-obatan, dan lain sebagainya sesuai keperluan,” jelasnya.

Tas siaga bencana harus disimpan di area yang mudah dijangkau dan jangan lupa untuk memberi tahu anggota keluarga letak penyimpanannya. Dengan begitu, saat banjir melanda setidaknya mampu membantu untuk mempertahankan hidup sebelum bantuan datang.

Untuk makanan, pilihlah makanan yang ringan dan tahan lama, seperti mie instan, biskuit, abon, cokelat, dan bubur instan. Selain itu, air minum pun perlu diperhatikan agar tidak mengalami dehidrasi. Bawalah air yang diperkirakan cukup untuk kebutuhan selama tiga hari.

Saat menghadapi bencana, khususnya banjir, virus dan bakteri dapat berkembang dengan cepat. Jika Anda memiliki daya tahan tubuh yang lemah, jangan lupa mememasukkan kotak P3K ke dalam tas siaga bencana. Selain itu, bawa pula obat-obatan pribadi untuk keluarga yang mungkin memiliki penyakit khusus.

“Harapan kita paling tidak satu atau dua hari sebelum bantuan datang, masyarakat korban bencana bisa bertahan di pengungsian,” tandas Bartholomeus.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here