Home Hukum & Kriminal Sebar Hoaks Penangkapan Pelaku Penculikan Anak, Dua Remaja di Morowali Ditangkap

Sebar Hoaks Penangkapan Pelaku Penculikan Anak, Dua Remaja di Morowali Ditangkap

1139
Kapolres Morowali, AKBP Bayu Indra Wiguno, SH S.Ik M.ik, dalam keterangan pers-nya di Mapolres Morowali, Kamis (23 Januari 2020). (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)

Morowali, Metrosulawesi.id – Dua remaja di Kabupaten Morowali, tepatnya Desa Limbo Makmur, Kecamatan Bumi Raya, terpaksa diamankan pihak kepolisian. Keduanya ditangkap polisi lantaran menyebarkan berita hoaks tentang penangkapan pelaku penculikan anak, sehingga masyarakat resah.

Kedua remaja yang ditangkap polisi tersebut, yakni SM (17) dan SP (21). Keduanya  terbukti menyebarkan berita hoaks melalui media sosial (facebook). Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan petugas di Polres Morowali,.

Kapolres Morowali, AKPB Bayu Indra Wiguno, SH S.Ik M.ik, dalam keterangan pers-nya di Mapolres Morowali, Kamis (23 Januari 2020), menyebutkan kedua remaja tersebut menyebarkan berita hoaks tentang penangkapan pelaku penculikan anak. Dalam postingan di facebook pelaku, dengan mama ‘Bang Aman’  disebutkan telah ditangkap salah satu pelaku penculikan anak dan kini diamankan di Polsek Bumi Raya.

‘’Dari postingan itu, mereka sebarkan ke rekan-rekannya di facebook. Daeri sebaran itulah kemudian menjadi viral dan menyebar luas dikhalayak umum,’’ terang Bayu Indra kepada media saat jumpa pers.

Dijelaskan Bayu Indra, dari postingan tersebut, petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan. Hasilnya, kedua tersangka yakni SM dan SP diamankan petugas.  

Selain menangkap kedua tersangka, lanjut Kapolres Morowali, petugas juga mengumpukan sejumlah barang bukti, guna kepentingan pendalaman penyidikan kasus penyebara hoaks.

Soal postingan percobaan penculikan anak, Bayu Indra, mengungkapkan  pihaknya masih terus melakukan pendalaman dan menemukan beberapa kejanggalan atas peristiwa yang terjadi di Desa Bahomoleo, Kecamatan Bungku Tengah.

‘’Kejanggalan yang ditemukan tidak bisa dibuka karena hal itu menjadi domain penyelidikan.Yang pasti kasusnya akan terus didalami supaya bisa terungkap kebenarannya,;’’ ujar Bayu Indra.

Akibat perbuatan kedua tersangka, Kapolres Morowali, Bayu Indra Wiguno ‎ mengatakan, pelaku dijerat Pasal 45 A ayat (1) UU RI NO 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU NO 11 Tahun 2008 Tentang informasi dan transaksi elektronik.

‘’Keduanya dijerat dengan UU ITE, ancaman hukumannya masksimal 6 tahun kurungan dengan dendan 1 miliar,’’ urai Bayu Indra.

Sementara itu, SM dan SP yang dihadirkan pada jumpa pers, mengaku menyesali perbuatannya. Diakuinya, psotingan yang mereka sebarkan  tidak ada motif lain dan baru kali ini melakukan hal tersebut. (*)

Reporter: Murad Mangge

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here