Home Hukum & Kriminal Di Ampana, Anak Gantung Ayahnya hingga Tewas

Di Ampana, Anak Gantung Ayahnya hingga Tewas

167
Ilustrasi. (Foto: Ist)

Touna, Metrosulawesi.id – Teka-teki kematian kakek bernama Usman Alias Ansar yang ditemukan tewas seperti orang gantung diri di pintu rumahnya di dusun 1 Desa Pusungi, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulteng, Jumat 17 Januari 2020 lalu sekitar pukul 14.30 Wita akhirnya terkuak.

Rupanya Ansar tewas bukan karena gantung diri. Namun, dibunuh oleh anaknya sendiri Sarpan 42 tahun yang sudah lama hidup menjomblo alias belum menikah itu. Dia sengaja menggantung jasad ayahnya dengan seutas kabel untuk menghilangkan jejak, seolah-olah ayahnya itu mati karena bunuh diri.

Kapolres Touna, AKBP Alfred Ramses Sianipar membeberkan hasil penyelidikan anggotanya setelah ditemukannya jenazah Ansar. Dalam jumpa pers, kapolres yang dampingi Kanit Pidum Satreskrim, Ipda Kadek Agung Andriana Putra mengatakan, bahwa kasus ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat.

“Jadi pada hari Jumat 17 Januari 2020 sekitar pukul 14.30 Wita anggota Polsek Ampana Tete, Polres Touna mendapat laporan masyarakat bahwa telah ditemukan sesosok mayat dalam keadaan tergantung di Desa Pusungi,” kata Kapolres Touna kepada wartawan Rabu 22 Januari 2020.

Kapolres menjelaskan, awalnya korban ditemukan oleh Supriadi yang merupakan anak ketiga dari korban pada saat membawa beras ke rumah korban. Saat itu saksi mendapati korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergantung di depan pintu dengan terlilit kabel warna hitam.

“Melihat kejadian itu, Supriadi berlari ke rumah keluarganya dan memberitahukan kepada keluarganya, dan beberapa orang warga Desa Pusungi bahwa orang tuanya sudah meninggal dunia. Kemudian warga Desa Pusungi menghubungi pihak Kepolisian Polsek Ampana Tete,” jelas Kapolres.

Mendapatkan laporan itu, Kapolsek Ampana Tete beserta anggotanya langsung datang dan mengamankan TKP (tempat kejadian perkara).

“Dan sekitar pukul 15.50 Wita tim identifikasi Polres Touna melakukan olah TKP, setelah itu membawa mayat korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” lanjutnya.

Kapolres menambahkan, menurut seorang saksi Asmuning adik perempuan korban bahwa beberapa hari sebelum korban ditemukan meninggal, korban sering bertengkar dengan tersangka.

“Sehingga pukul 17.45 Wita anggota Polsek Ampana Tete langsung menjemput tersangka dan membawa ke Polsek Ampana Tete, setelah dilakukan interogasi tersangka mengakui bahwa dirinya yang telah menghabisi nyawa korban yang tidak lain adalah orang tuanya sendiri,” tambah Kapolres.

Jadi, kata Kapolres, dari pengakuan tersangka yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu, bahwa setiap kali dia pulang ke rumah, korban sering memarahinya dan mengeluarkan kata-kata kasar. Lantaran sudah tidak tahan dengan perkataan korban, akhirnya tersangka tega menghabisi nyawa orang tuanya sendiri dengan mengikat lehernya dengan kabel warna hitam dan mengantungkan di atas pintu depan rumahnya sendiri.

Unit Pidum Satuan Reskrim Polres Touna masih terus mendalami kasus ini dan rencananya akan dilaksanakan rekonstruksi kasus serta akan memeriksa kejiwaan tersangka.

“Atas perbuatannya tersangka dipersangkakan Pasal 340 KUHPidana dan Pasal 338 KUHPidana subsidaer Pasal 351 Ayat 3 KUHPidana,” tukasnya.

Secara terpisah, keluarga korban yang tak ingin disebut namanya mengaku, jika korban kerap menanyai anaknya itu dengan nada agak tinggi seputar pekerjaan dan statusnya yang belum menikah.

Reporter: Syaipul Sulayapi
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here