Home Hukum & Kriminal Polda Usut Dugaan Oknum Polisi di Tambang Ilegal

Polda Usut Dugaan Oknum Polisi di Tambang Ilegal

184
Kompol Sugeng Lestari. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • TNLL Akui Masih Ada Penambangan di Dongidongi

Palu, Metrosulawesi.id – Kepolisian Daerah Sukawesi Tengah (Polda Sulteng), menelusuri keterlibatan oknum polisi pada kegiatan penambangan emas ilegal di sejumlah lokasi di Sulteng.

Polda Sulteng melalui Bidang Profesi dan Pengamanan Bid Propam Polda Sulteng, melakukan penyelidikan ke lapangan untuk mengetahui apakah benar ada oknum Polisi yang terlibat, dengan penambangan emas ilegal di Sulteng, terutama di wilayah Dongi-dongi.

Kasubdit Penmas Humas Polda Sulteng Kompol Sugeng Lestari, saat di temui di Mapolda Sukteng, Senin 20 Januari 2020, mengatakan bahwa upaya penyelidikan itu sesuai dengan komitmen Kapolda Sulteng, yang akan memproses setiap anggotanya yang terlibat penambangan ilegal.

“Ketika terbukti ada oknum yang terlibat dalam kasus itu, maka hukumannya adalah diproses secara disiplin maupun kode etik, yang ancamannya berupa penundaan kenaikan pangkat, ditempatkan di tempat khusus dan demosi,” ucapnya kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu, pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal (Krimsus) Polda Sulteng juga terus mengembangkan kasus penambangan ilegal di Dongi-Dongi di Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

Sebelumnya, pihak kepolisian berhasil mengamankan empat orang tersangka yang berinisial, YK (37) dan B (33) dari Kabupaten Sigi, kemudian RU (34) dan TR (37) dari Kabupaten Poso.Keempat terduga pelaku yang diamankan tersebut dari dua laporan polisi, yang diamankan di wilayah Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan barang bukti 39 karung meterial tambang.

Kompol Sugeng juga mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan, dan pihak penyidik dan sedang melakukan kelengkapan berkas perkara dengan memeriksa saksi-saksi dan pemeriksaan ahli.
Penyidik juga tengah melengkapi administrasi penyidikan untuk penyitaan barang bukti.

“Kemudian melakukan gelar perkara untuk penentuan penyerahan berkas perkara tahap satu secepatnya, saat ini tersangka sedang ditahan semenjak penangkapan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Sugeng mengungkapkan bahwa, para penyedik sudah diminta untu segera menyelesaikan kasus tersebut secara cepat.

“Waktu yang diberikan dalam penganan kasus ini terbatas, sehingga penyidik berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan penyelesaian kasus itu,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) Ir.Jusman, melalui Seluler, Rabu 22 Januari 2020, mengakui bahwa aktivitas tambang ilegal di wilayah Dongidongi, memang belum sepenuhnya steril.

“iya belum steril sepenuhnya, oleh karenanya pengawasan bersama unsur Kepolisian, TNLL dan masyarakat terus dilakukan,” ucapnya.

Jusman juga menjelaskan bahwa aktivitas di lokasi tidak semasif seperti dulu.Kita berharap dengan dukungan semua pihak, aktivitas illegal itu dapat berhenti sama sekali, dan dirinya berterima kasih atas attensi media yang tinggi akhir-akhir ini, tentang kondisi dongidongi.

“Saat ini banyak hal yang positif yang ada di Dongidongi, termasuk geliat masyarakat menanam pohon, juga inisiasi pengembangan pariwisata alam serta Sekolah Alam, yang terus mengawal anak-anak, generasi penerus untuk cinta lingkungan dan budayanya,” ucapnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here