Home Pendidikan

PGRI Sulteng Usulkan Gerakan Baca Quran Bersama

184
AUDIENS PGRI SULTENG - Sejumlah anggota PGRI Sulteng saat melakukan audiens di Kanwil Kemenag Sulteng, Rabu, 22 Januari 2020. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Tengah, melakukan kunjungan (audiens) ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu, 22 Januari 2020. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke.

Ketua PGRI Sulteng, Syam Zaini, mengungkapkan, tujuan audiens ke Kemenag Sulteng itu berkaitan dengan pendidikan karakter di Sulawesi Tengah.

“PGRI Sulteng mengusulkan pokok pikirannya kepada Kakanwil, pertama, guru-guru di bawah naungan Kemenag masih minim antusiasnyauntuk  ikut bertahan sebagai anggota PGRI, padahal pengurus PGRI di provinsi maupun kabupaten/kota banyak dari perwakilan Kemenag, seperti pengawas, dosen, dan guru. Kami meminta penguatan dari Kanwil Kemenag agar mendukung guru-gurunya ikut sebagai anggota PGRI,” ujar Syam Zaini, melalui ponselnya.

Menurut Syam Zaini, tidak ada pembedaan status guru yang ada dibawah naungan Kemenag maupun lintas pendidikan.

“Kemudian, kami mengusulkan kepada Kemenag, supaya mencanangkan namanya Gerakan Baca Quran Bersama, khususnya siswa muslim, paling tidak meminimalisir tindak kriminalitas yang ada di dunia pendidikan,” katanya.

Selain itu, kata Syam Zaini, PGRI Sulteng juga meminta perhatian kepada Kakanwil terkait sekolah-sekolah madrasah yang sarana prasarananya masih memprihatinkan, meskipun alokasinya sedikit, tetapi harus ada skala prioritas.

“Kami juga mengusulkan kepada Kemenag, agar di Madrasah itu juga guru-gurunya tidak berkesesuaian dengan ijazahnya diperbanyak, artinya, jangan sampai satu guru mengajar tiga mata pelajaran, tentunya mutu yang diharapkan belum maksimal. Sementara mengenai guru honorer, ternyata Kemenag melalui dana APBN sudah mengalokasikan Rp250 ribu per bulan, khusus guru honorer. Bahkan mereka sudah mendapatkan tunjangan kinerja,” ujarnya.

Menurut Syam Zaini, perhatian guru honorer di Kemenag lebih bagus, dibandingkan dengan guru honorer yang ada di Dinas Pendidikan provinsi.

Syam Zaini mengungkapkan, PGRI Sulteng juga akan mengunjungi Polda Sulteng dan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah.

“Kenapa kami melakukan audiens kepada semua lembaga, karena pertama, kepengurusan kami yang baru, kedua, kami menginginkan support dari lembaga-lembaga terkait untuk pendidikan dan guru. Kami memilih Polda, karena penegak hukum pertama adalah Kepolisian. Begitupun Pengadilan, kami ingin menyampaikan aspirasi, karena guru-guru kami yang di Sulteng sangat rentan terhadap pemahaman hukum maupun kasus-kasus hukum,” jelasnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas