Home Hukum & Kriminal

Mantan Karyawan RRI Palu Dilaporkan Penyerobotan Lahan

246
KONFERENSI PERS - Kepala LPP RRI Palu H. Ferdy Kusna, didampingi Ketua Tim Hukum LPP RRI Esa Mahardika, saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Rabu, 22 Januari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Palu, Selasa, 21 Januari 2020, resmi melaporkan mantan karyawan pensiun RRI Palu ke Mapolda Sulteng  terkait kasus penyerbotan lahan milik negara yang berada di Jalan S.Parman, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

Kepala LPP RRI Palu, H. Ferdy Kusna, kepada awak media, Selasa, 22 Januari 2020, mengatakan, penguasaan aset negara yang dilakukan oleh mantan karyawan RRI Palu tersebut sejak 2001 hingga saat ini.

“Kemudian kita mencoba menertibkan semua aset  itu, namun ia kembali menggugat pihak RRI Palu ke Pengadilan Negeri( PN) Palu, Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, sampai Mahkamah Agung,” ungkapnya.

Ferdy mengatakan, gugatan yang diajukan oleh bersangkutan itu tidak diterima Mahkamah Agung Ri,  dan memenangkan pihak RRI. Dengan adanya hasil keputusan Mahkamah Agung itu, maka lokasi yang berada di Jalan S Parman memang benar milik negara.

Ferdy mengungkapkan, selama ini pihak LPP RRI Palu  sudah melakukan upaya hukum menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung ( MA) itu.  Pihaknya pun sudah melakukan somasi dan pemberitahuan kepada yang bersangkutan, namun tidak indahkan.

Sebelumnya,  Surat Pemberitahuan untuk segera mengosongkan lahan tersebut sudah dilayangkan oleh mantan Kepala RRI Palu, H. Zahral Mutzaim juga tidak indahkan. Yang bersangkutan pun diberi batas waktu hingga 17 Januari 2020, namun  hingga saat ini yang bersangkutan masih tetap menempati lahan tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Hukum LPP RRI,  Esa Mahardika mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya saat ini merupakan tindakan akhir, setelah pemberitahuan dan somasi kepada Erman Vassilly Pontoh untuk keluar dari Lahan RRI dilakukan.

“Kami akan pidanakan yang bersangkutan, terkait kasus penyerobotan aset milik negara, dan langkah-langkah ini sudah tepat sasaran, karena perdatanya  sudah selesai. Saya berpandangan, bahwa ini aset negara, sehingga harus diselamatkan, dan putusan MA sudah ada,  makanya negara tidak boleh kalah,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas