Home Ekonomi Disperindag: Nilai Transaksi HKBN 2019 Rp2,4 Miliar

Disperindag: Nilai Transaksi HKBN 2019 Rp2,4 Miliar

122
Kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang bertempat di lapangan sepak bola Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan total dari jumlah nilai transaksi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) selama 2019 mencapai angka Rp2,4 miliar.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, Selasa (21/1/2020) di sela-sela pasar murah.

Richard menjelaskan dibandingkan dengan HBKN tahun 2018, jumlah dari transaksi 2019 meningkat 30,51%. Lanjut dia, pasar murah HBKN di tahun itu menjadi salah satu kegiatan yang dapat menekan inflasi dan secara umum harga kebutuhan pokok terbilang lebih stabil.

“Hampir sebanyak delapan kali kegiatan pasar murah dilaksanakan periode 2019 atau di setiap kali kegiatan pasar murah transaksi mencapai Rp350 juta,” ungkapnya.

Menurutnya, momen ini dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) yang sering kali selalu diikuti dengan harga kenaikan permintaan masyarakat terkait barang kebutuhan pokok sehari-hari.

“Yang mana akan berimbas pada naiknya harga barang. Di mana pasar murah ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2014 dan Undang- Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang pemerintah daerah,” terangnya.

Lanjut Richard, hal tersebut terjadi karena tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan penambahan suplai dan kurangnya efisiensi proses distribusi barang. Di sisi lain, kata dia, pendapatan masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah tidak mengalami peningkatan.

“Sehingga barang kebutuhan pokok sangat sulit diperoleh masyarakat. Maka dari itu, pasar murah dimaksudkan untuk mendekatkan produsen kepada konsumen melalui distributor hingga proses distribusi dapat lebih efisien,” ujarnya.

Di samping itu, kegiatan tersebut juga dapat digunakan menjadi sarana memperkenalkan produk dalam negeri. Ia berharap melalui pasar murah masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau.

“Adapun barang yang diperjual ialah antara lain, gula pasir, tepung terigu, beras, minyak goreng, mentega, telur dan bahan pokok lainnya. Begitu pula dengan makanan dan pakaian juga ada di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah H Rusli Baco Dg Palabbi berharap pasar murah dapat membantu meringankan beban warga Kota Palu dan sekitarnya terhadap barang-barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan khususnya bagi warga masyarakat yang akan merayakan Tahun baru Imlek 2571.

“Saya yakin melalui kegiatan semacam ini akan benar-benar membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa barang pokok yang dijual harganya lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran disamping itu dengan kegiatan tersebut dapat memotivasi untuk lebih meningkatkan semangat dan rasa cinta serta bangga memakai produk dalam negeri,” jelas Rusli Dg Palabbi saat membuka pasar murah di Lapangan Bola Kelurahan Nunu, Kota Palu, Selasa (21/1/2020).

Dia mengimbau kepada aparatur pemerintah daerah dan masyarakat yang hadir untuk membantu menginformasikan kepada semua warga lainnya tentang keberadaan pasar murah supaya jangan sampai ada warga yang kurang mampu tidak mengetahui keberadaan pasar murah dimaksud.

Diharapkan agar kegiatan pasar murah terus dievaluasi pelaksanaan dan perkembangannya, seperti jumlah pembeli, jenis produk atau barang yang dijual dan nilai transaksi dengan demikian akan diketahui perkembangan dinamika pasar di masyarakat supaya bisa berjalan efektif dan tepat sasaran.

Wakil gubernur secara pribadi dan atas nama pemerintah provinsi Sulawesi Tengah menyambut baik dan sangat mengapresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah atas penyelenggaraan kegiatan pasar murah yang sudah menjadi program tetap pemerintah provinsi Sulawesi Tengah.

Demikian pula halnya dengan para mitra kerja terkait, seluruh distributor serta para pelaku UMKM kota Palu yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan pasar murah.

“Semoga apa yang kita laksanakan bernilai ibadah dan dapat melanjutkan hubungan ekonomi yang baik antara pelaku usaha dan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah,” sebut wakil gubernur.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here