Home Hukum & Kriminal

Pencuri Kelabui Korban dengan Mengaku Anggota BNN

172
Kapolres Sigi AKBP Andi Batara Purwacaraka.,SH.S.I.K, saat konferensi pers kasus curanmor di Mako Polres Sigi, Senin, 20 Januari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Satuan Reskrim Polres Sigi berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor) serta kekerasan yang sering beraksi di area Desa Tinggede Selatan, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

MA aliyas Iyan (24) warga Desa Kayu Jati Kecamatan Ongka Malino Kabupaten Parimo terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan oleh aparat kepolisian saat dilakukan penangkapan di rumahnya setelah mencoba melarikan diri ke hutan.

“Tersangka melarikan diri ke hutan-hutan, terpaksa kita ambil tindakan dengan peluru karet,” ungkap Kapolres Sigi AKBP Andi Batara Purwacaraka.,SH.S.I.K, saat konferensi pers di Mako Polres Sigi, Senin, 20 Januari 2020.

Andi Batara mengungkapkan bahwa pelaku tersebut kerap kali melancarkan aksinya dengan modus menjadi anggota BNN dan meminta bantuan untuk diantarkan ke suatu tempat terpencil kemudian ia melancarkan aksinya dengan menodongkan sebilah pisau agar korban mau menyerahkan sepeda motornya.

“Pelaku ini mengaku sebagai anggota BNN, ada juga yang meminta tolong agar korban ini mau mengantarnya ke kios kemudian ia menodongkan senjata tajam ke arah korban agar korban mau menyerahkan sepeda motor miliknya. Totalnya ada 3 unit sepeda motor yang berhasil kami amankan, masing-masing sudah berada di daerah yang berbeda-beda, ada yang di Gorontalo dan di Parimo,” ungkap Kapolres.

Sementara itu, pelaku MA aliyas Iyan (24) mengaku sebagai petani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Uangnya saya pake untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Karena jadi pemetik cengkeh tidak cukup,”katanya.

Sepeda motor yang dicurinya tersebut berhasil dijual masing-masing dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 2,5 hingga Rp 4 juta. Tersangka diancam Pasal 363 ayat 1 KUHP dan Pasal 65 ayat 1 KUHP dengan kurungan 9 tahun penjara. Andi Batara mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dengan barang miliknya, kemudian diharapkan untuk tidak mudah percaya dengan orang yang belum dikenal.

“Jangan percaya dengan orang yang tidak kita kenal, ini modus pencurian yang kerap terjadi,” tuturnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas