Home Nasional Sulteng Berpeluang Pemasok Air Bersih ke Ibu Kota Baru

Sulteng Berpeluang Pemasok Air Bersih ke Ibu Kota Baru

156
Hasanuddin Atjo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Dr Hasanuddin Atjo, mengungkapkan Sulawesi Tengah memiliki banyak peluang dengan pemindahan Ibu Kota RI ke Kalimantan Timur (Kaltim) yang direncanakan pada 2024 mendatang. Hasanuddin menyebutkan salah satu peluang Sulteng yakni menjadi pemasok air bersih.

“Kita punya Danau Talaga dan Danau Rano di sekitar Tambu, tinggal dijaga ekosistemnya,” ungkapnya di Palu, Rabu, 15 Januari 2020.

Kata dia, potensi air bersih yang dimiliki Sulteng bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah. Potensi air bersih tersebut juga bisa disalurkan ke berbagai industri yang ada di Sulawesi Tengah.

Diberitakan sebelumnya, menilai posisi Sulawesi Tengah yang berbatasan langsung dengan Kaltim tak hanya menjadi penyangga, namun juga sebagai jembatan penghubung.

“Sulteng akan menjadi jembatan penghubung ibu kota negara dengan Kawasan Timur Indonesia,” ungkap Hasanuddin di kantornya, Rabu, 15 Januari 2020.

Jembatan penghubung yang dimaksud dengan membangun tol Tambu-Kasimbar yang panjangnya diperkirkan sekitar 28 kilometer. Tol tersebut nantinya akan dilalui oleh sejumlah transportasi darat yang dimuat oleh kapal fery dari dan menuju ibu kota negara atau wilayah lain.

“Dari ibu kota ke Tambu hanya 8 jam, kalau kapal cepat mungkin 3 jam, luar biasa dia punya manfaat,” terang mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng itu.

Sementara dalam posisi sebagai penyangga, Sulteng akan menjadi penyuplai kebutuhan pangan ke ibu kota. Selain itu, juga penyuplai sumber daya manusia yang bersertifikat kemampuan (skill) dalam bidang tertentu seperti tenaga medis dan industri.

“Kita juga harus mempersiapkan destinasi wisata bagi warga ibu kota yang diperkirakan sebanyak 8 juta orang. Tentu mereka akan punya waktu banyak, apalagi ada usul libur PNS menjadi tiga hari,” ucap Hasanuddin.

Rencana pembangunan ini telah dimasukkan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024. Selanjutnya akan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Hasanuddin menambahkan pemindahan ibu kota harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah. Dengan begitu pada akhirnya juga akan menanggulangi kemiskinan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here