Home Palu

Ansyar: Jangan Sembarangan Angkat Honorer

205
Ansyar Sutiadi. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, menegaskan kepada para kepala sekolah, agar tidak mengangkat atau merekrut sembarangan tenaga honorer di sekolah.

“Kami sudah instruksikan melalui Surat Edaran kepada sejumlah sekolah, baik SD maupun SMP, jangan coba-coba mengangkat guru honorer. Jika ada yang coba mengangkat, pasti akan menanggung risiko. Jika kepsek angkat lagi honorer, maka tidak akan sejahtera guru-guru honorer lainnya,” kata Ansyar, di Palu, belum lama ini.

Bayangkan saja, kata Ansyar, jika ada puluhan guru honorer dalam satu sekolah, bagaimana cara sekolah itu membayarnya.

“Jika kepsek butuh guru, silahkan lapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, sebab kami mempunyai data, sehingga kita tinggal kasih pindah, nanti bagi guru yang memiliki ijazah PGSD, kita pindahkan ke sekolah A yang membutuhkan, begitupun yang butuh tenaga administrasi, kita upayakan,” ujarnya.

Ansyar mengatakan, semakin kepsek mengangkat honorer, maka semakin bermasalah bagi honorer lainnya, terutama soal penggajian. Pemerintah tidak mempunyai kemampuan untuk membayar tenaga honorer yang begitu banyak.

“Kita juga sementara menyiapkan data, ketika suatu saat dibutuhkan oleh Kemendikbud RI untuk pemberian kesejahteraan atau tunjangan. Kita sudah memiliki data guru-guru yang betul-betul memegang kelas. Sebab, yang betul-betul guru itu mereka yang sering masuk, dan memang memegang kelas,” katanya.  

“Setelah kami memvalidasi dan memverifikasi data Dapodik di sekolah-sekolah, ternyata banyak guru-guru tidak terdata di Dapodik, kemudian tidak linier gelar kesarjanaannya. Ada sarjana ekonomi diangkat jadi guru, bahkan, ada guru honorer yang PGSD tetapi tidak pegang kelas. Data-data ini saya dapatkan,” ungkapnya.

Ansyar mengatakan, pada bulan ini, pihaknya akan melakukan langkah-langkah terkait peningkatan kesejahteraan guru, diantaranya semua guru honorer yang memegang kelas akan dipermudah mendapatkan UNPTK, bahkan diusahakan mengikuti PPG, serta diusahakan bisa lulus sehingga mendapatkan sertifikasi.

“Jadi, saya berharap para kepsek membantu kami untuk membenahi masalah guru honorer, sebab masalah pengangkatan honorer sejak 2013-2020 tidak selesai. Setelah diangkat biasanya kepsek mengeluh sudah tidak cukup dana BOS membayar guru honorer, pasti tidak cukup, karena main angkat. Olehnya itu, ini yang kami akan benahi,” imbuhnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas