Home Nasional Selain Penyangga, Sulteng Juga Penghubung

Selain Penyangga, Sulteng Juga Penghubung

72
Hasanuddin Atjo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Kepala Bappeda Bicara Soal Pemindahan Ibu Kota Negara

Palu, Metrosulawesi. id – Sulawesi Tengah terus berbenah diri dalam menyambut rencana pemindahan Ibu Kota RI ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Dr Hasanuddin Atjo, menilai posisi Sulawesi Tengah yang berbatasan langsung dengan Kaltim tak hanya menjadi penyangga, namun juga sebagai jembatan penghubung.

“Sulteng akan menjadi jembatan penghubung ibu kota negara dengan Kawasan Timur Indonesia,” ungkap Hasanuddin di kantornya, Rabu, 15 Januari 2020.

Jembatan penghubung yang dimaksud dengan membangun tol Tambu-Kasimbar yang panjangnya diperkirkan sekitar 28 kilometer. Tol tersebut nantinya akan dilalui oleh sejumlah transportasi darat yang dimuat oleh kapal fery dari dan menuju ibu kota negara atau wilayah lain.

“Dari ibu kota ke Tambu hanya 8 jam, kalau kapal cepat mungkin 3 jam, luar biasa dia punya manfaat,” terang mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng itu.

Sementara dalam posisi sebagai penyangga, Sulteng akan menjadi penyuplai kebutuhan pangan ke ibu kota. Selain itu, juga penyuplai sumber daya manusia yang bersertifikat kemampuan (skill) dalam bidang tertentu seperti tenaga medis dan industri.

“Kita juga harus mempersiapkan destinasi wisata bagi warga ibu kota yang diperkirakan sebanyak 8 juta orang. Tentu mereka akan punya waktu banyak, apalagi ada usul libur PNS menjadi tiga hari,” ucap Hasanuddin.

Rencana pembangunan ini telah dimasukkan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024. Selanjutnya akan dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang).

Dia mengatakan pemindahan ibu kota harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah. Dengan begitu pada akhirnya juga akan menanggulangi kemiskinan di daerah ini.

“Tapi semua tinggal bagaimana kesiapan untuk menjadi penghubung, penyangga, dan tujuan destinasi wisata,” tandas Hasanuddin.

Sebelumnya, Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Mahfudz MP, mengungkapkan Sulawesi Tengah yang menjadi salah satu provinsi terdekat ke Kaltim harus bersiap menyiapkan SDM melalui dunia pendidikan.

“Untad harus siap menjadi universitas penyangga saat ibu kota negara ada di Kalimantan,” ucap Prof Mafudz di Palu, pada akhir Oktober 2019.

Menurut Rektor, universitas yang dipimpinnya sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang handal sesuai kebutuhan kerja. Olehnya, Untad sudah harus bersiap melahirkan lulusan yang terampil dan memiliki skil.

“Peran Universitas Tadulako sangat strategis. Strategisnya dalam menyiapkan anak-anak kita menjadi tenaga yang terampil menyangga ibu kota negara yang ada di Kalimantan,” ucap Prof Mahfudz.

Olehnya, Untad kata Prof Mahfudz akan berupaya meningkatkan kualitas SDM dosen dan tenaga pendidik di kampus ini.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here