Home Hukum & Kriminal Oknum Polisi Rampas Kamera Wartawan Dihukum Penundaan Kenaikan Pangkat

Oknum Polisi Rampas Kamera Wartawan Dihukum Penundaan Kenaikan Pangkat

102
SIDANG - Suasana Sidang Disiplin oknum Polisi perampas kamera wartawan. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepolisian Resor (Polres) Palu, Rabu, 15 Januari 2020, menggelar Sidang Disiplin terhadap seorang personelnya Briptu Jumardi alias Cuka, anggota Satreskim Polres Palu, terkait kasus  perampasan kamera handycam, milik Rian Saputra, seorang wartawan TVRI Sulteng. Sidang yang digelar di Ruang Rapat Utama Mapolres Palu itu, dipimpin langsung oleh Wakapolres Palu, Kompol A. Azis, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, pembacaan tuntutan, dan putusan.

Dalam sidang tersebut, juga dihadirkn lima orang saksi dari wartawan, yakni Rian Saputra, Jamal, Rifaldi, Moh Qadri, Gabdika, serta dua personel Polisi yang pada keterangannya membenarkan telah terjadi perampasan kamera handycam, milik wartawan TVRI Sulteng, saat melakukan kerja jurnalis dalam aksi demonstrasi mahasiswa pada Rabu, 25 September 2019, di Jalan Raden Saleh, Kota Palu.  Padahal pada saat itu, Rian telah menjelaskan kepada terperiksa bahwa dirinya tengah menjalankan tugas jurnalistik.

Sebagai penuntut, IPDA Maskuri, menuntut perbuatan terperiksa dengan hukuman berupa mutasi bersifat demosi, penundaan kenaikan pangkat dua periode, dan penundaan mengikuti pendidikan selama dua periode.

Persidangan sempat diskorsing beberapa menit, oleh pimpinan sidang untuk bermusyawarah mengambil putusan, atas tuntutan penuntut, kepada terperiksa Briptu Jumardi. Setelah musyawarah, pimpinan sidang, Kompol A. Azis, memutuskan bahwa  Briptu Jumardi, dijatuhi hukuman demosi, penundaan kenaikan pangkat satu priode dan penundaan mengikuti pendidikan selama satu periode.

Hukuman yang di jatuhi terhadap Briptu Jumardi, lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan penuntut, dan terkait dengan hukuman tersebut, Briptu Jumardi menerima keputusan yang dibacakan pimpinan sidang.

Wakpolres Palu, Kompol A. Azis, usai memimpin persidangan kepada sejumlah waratwan mengatakan, perbuatan terperiksa terbukti melakukan perampasan kamera dan menghapus file yang ada didalamnya. Olehnya itu, kepada terperiksa dijatuhi hukuman seperti yang telah dibacakan dalam persidangan tadi.

“Terbukti perbuatan terperiksa melakukan pelanggaran sebagaimana yang dibacakan penuntut. Hukumannya lebih rendah dari tuntutan, karena pertimbangan bahwa terperiksa mengakui dan menyesali perbuatannya, demikian juga antara terperiksa dan pelapor telah saling memaafkan,” terangnya.

Kompol A. Azis menambahkan, perbuatan terperiksa telah mencoreng kemitraan antara Polri dan insan pers. Padahal wartawan adalah mitra Polri yang harusnya menjalin hubungan baik dalam kode etik masing-masing institusi. Rian Saputra, korban dan pelapor dalam kasus itu, usai persidangan mengatakan telah mendengarkan putusan itu. Dengan adanya putusan itu dirinya menerima. Pada intinya, kata Rian, bahwa terperiksa telah terbukti bersalah melakukan perbuatannya. Turut hadir dalam sidang, beberapa jurnalis Kota Palu serta Sekretais AJI Kota Palu, Yardin.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here