Home Ekonomi Laku Pandai Buka Akses Perbankan Hingga Pelosok

Laku Pandai Buka Akses Perbankan Hingga Pelosok

57
Amiruddin Muhidu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) terus digeliatkan di Sulteng dengan tujuan untuk membuka akses layanan keuangan perbankan dan industri keuangan lainnya seluas-luasnya hingga ke pelosok daerah.

Laku Pandai berorientasi pada pemanfaatan agen untuk membuka layanan perbankan di kios-kios hingga unit usaha yang telah bermitra dengan perbankan. Dengan demikian, tidak perlu lagi perbankan yang bersangkutan membuka kantor baru yang notabenenya memakan anggaran yang cukup banyak.

“Program ini bertujuan menyediakan produk-produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang belum dapat menjangkau layanan keuangan. Dengan adanya agen, masyarakat dimanapun itu mampu merasakan layanan dasar perbankan,” tutur Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulawesi Tengah, Amiruddin Muhidu, saat dihubungi Metrosulawesi, Rabu (15/1/2020).

Laku pandai kata Amiruddin, juga akan melancarkan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antar wilayah khususnya desa dan kota.

“Penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi. Ini juga mengedukasi masyarakat secara menyeluruh tentang layanan keuangan berbasis digital,” katanya menambahkan.

Lanjutnya, perkembangan laku pandai di Provinsi Sulteng sangat signifikan yang ditunjukkan dengan pertumbuhan jumlah agen laku pandai. Pada posisi 31 Agustus 2016 tercatat sebanyak 1.186 agen dan pada posisi 30 September 2019 telah mencapai 9.367 agen laku pandai atau mengalami peningkatan sebesar 690 persen.

“Pertumbuhan jumlah agen laku pandai yang sangat signifikan ini menunjukkan bahwa upaya perluasan layanan jasa keuangan oleh perbankan ke seluruh pelosok wilayah Sulteng cukup menggembirakan. Kami berharap jumlah agen laku pandai ini terus meningkat dan semakin menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Sulteng,” tuturnya.

Ia menjelaskan Laku Pandai merupakan singkatan dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, yaitu Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank) dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

“Program ini bertujuan menyediakan produk-produk keuangan yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang belum dapat menjangkau layanan keuangan,” jelasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here