Home Ekonomi

Bulog: Beras Berkutu Wajar, Tidak Mematikan

175
Kepala Bulog Sulteng, Miftahul Ulum. (Foto: Metrosulawesi/ Firman Badjoki)
  • Dinsos Sulteng Enggan Berkomentar Soal Beras Kutu

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tengah enggan bertanggungjawab terhadap stok beras berkutu yang kedapatan dibagikan ke pengungsi Hunian Sementara (Huntara) di Kota Palu.

Kepala Bulog Sulteng, Miftahul Ulum, kepada Metrosulawesi, mengatakan, wajar bila beras itu berkutu kedapatan di tangan masyarakat. Bahkan, beras berkutu itu bagian dari hama yang tidak akan mematikan jika dikonsumsi masyarakat.

“Beras berkutu itu wajar ya mas, karena itu hama dan tidak mematikan kalau dimakan,” ungkapnya, saat ditemui di kantornya di Jalan Mohammad Yamin Kota Palu, Rabu, 15 Januari 2020.

Kata dia, tidak semua penampungan beras itu adanya di Bulog ini, karena sebagian beras sudah disalurkan ke warung-warung disekitaran Kota Palu.

“Kami juga akan mengecek kembali penampungan beras di warung-warung di Palu ini,” jelasnya.

Dia menambahkan, khusus beras bantuan, misalnya setiap ada dana dari Bank, maka pihaknya segera turun menyalurkan beras tersebut.

“Berarti kalau beras sudah tersalurkan Bulog, maka beras itu bukan tanggungjawab Bulog lagi,” jelasnya.

Menurutnya, Bulog tidak pernah distribukan beras ke Huntara baru-baru ini, sehingga dimintanya segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinso) Sulawesi Tengah. Jangan sampai beras yang disalurkan adalah beras lama ke masyarakat pengungsi.

“Karena kami belum ada menyalurkan beras sekarang ini,” terangnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinsos Sulteng, Muhammad Ridwan Mumu, yang dikonfirmasi ke kantornya Jalan Muhammad Yamin, juga enggan berkomentar ke media ini, terkait beras berkutu yang dibagikan ke Huntara tersebut.

Ridwan berdalih bahwa dirinya segera dipanggil Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Muhammad Hidayat Lamakarate, untuk membahas sesuatu hal yang lebih penting lagi.

“Sekali lagi maaf ya, saya belum bisa berkomentar tentang beras itu. Karena sekarang saya sedang sibuk, dan dipanggil menghadap dengan Pak Sekprov Hidayat Lamakarate,” singkatnya.

Reporter: Firman Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas