Home Hukum & Kriminal

Tersangka Kasus Penipuan, Oknum ASN Pemprov Sulteng Jadi DPO

648

Palu, Metrosulawesi.id – Setelah melayangkan dua kali surat panggilan terhadap tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Sat Reskrim Polres Palu akhirnya menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO), terhadap seortang wanita, yang diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara(ASN) di lingkungan Pemprov Sulteng.

Surat DPO yang pengesahannya dikeluarkan pada Jumat 10 januari itu, dengan nomor DPO/89/I/2020/Reskrim, dengan identitas tersangka Faradillah Jasin alias Faradilla (45), yang beralamat di jalan Samratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.
Sebelum mengeluarkan surat DPO tersebut, Satreskrim Polres Palu juga sudah mengeluarkan surat penangkapan terhadap tersangka dengan kasus pidana penipuan dan penggelapan, pada 16 Desember 2019, dengan nomor surat Sp-Kap/302.a/XII/Reskrim.

Informasi yang berhasil di peroleh Waratwan Metrosulawesi, kasus yang menjerat tersangka Faradilla itu, dilaporkan pada tanggal 12 Maret 2019, dan penyidik sempat melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pada Senin tanggal 25 november 2019, terkait kasus penggelapan dan penipuan yang melanggar Pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP.

Saat dilakukan pemeriksaan itu tersangka mengeluh sakit, dan penyidik tidak dapat melanjutkan pemeriksaan pada hari itu, dan rencananya akan dilanjutkan pada Jumat di pekan yang sama.Namun, berdasarkan surat sakit, tersangka kembali tidak mengadiri panggilan pemeriksaan, pada hari yang di tentukan.

Hingga memasuki Bulan Januari 2020, tersangka belum juga datang memenuhi panggilan penyidik sat reskrim Polres Palu, dan informasinya tersangka saat ini berada di Jakarta.

Kasat Reskrim Polres Palu AKP.Esti Prasetyo Hadi, S.IK, saat di konfirmasi Wartawan Metrosulawesi, Selasa 14 januari 2020, membenarkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang, terhadap tersangka kasus penipuan dan penggelapan.

“Tersangka Faradillah Jasin alias Faradilla, sudah kesekian kalinya mangkir dari panggilan penyidik atas kasus yang menjeratnya.Sesuai dengan ketentuan, kami mengelurkan surat tersebut,” ucapnya.

“Saya mengimbau kepada yang bersangkutan agar dapat koperatif, dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian Resor Palu,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas