Home Ekonomi

Hutan Kota Kaombona Palu Jadi Destinasi Wisata Bersama Keluarga

538
Suasana pengunjung di kawasan Hutan Kota Kaombona, Talise, Kota Palu, Jumat (10/1/2020). Hutan kota ini menjadi salah satu destinasi masyarakat yang ingin melepas kepenatan dan mulai aktif pascabencana, 28 September 2018 silam. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Guna menghilangkan rasa kejenuhan selama seminggu beraktivitas kerja. Bagi masyarakat Kota Palu tidak perlu khawatir menikmati liburan di akhir pekan ini karena Hutan Kota Kaombona menjadi tempat destinasi wisata yang sangat menyenangkan bersama keluarga.

Tak perlu merogoh kocek lebih bagi pengunjung, cukup hanya membayar tarif parkir untuk sepeda motor Rp2.000 dan kendaraan roda empat Rp3.000. Di karenakan menikmati suasana Hutan Kota Kaombona Palu, pengunjung belum dikenakan tiket masuk.

Hutan Kota Kaombona yang berlokasi di Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore menjadi tempat wisata baru pemerintah Kota Palu pascabencana 28 September 2018 silam. Hutan itu menjadi magnet bagi sebagian warga Kota Palu dan sekitarnya.

Seperti diketahui hutan kota ini menjadi lokasi yang populer untuk berswafoto. Di mana magnet untuk masyarakat menikmati pemandangan alam berupa pohon-pohon kayu yang pernah ditanam Ibu Negara Tien Soeharto pada 1971.

Pohon-pohon yang ditanam itu tumbuh subur yang menciptakan pemandangan sangat unik. Jaraknya, yang hanya 4,2 km dari pusat Kota Palu, membuatnya menjadi destinasi wisata urban utama.

Aping, salah satu pengunjung asal Palolo Kabupaten Sigi mengungkapkan baru pertama kali datang ke hutan kota Kaombona. Dirinya mengaku mengetahui adanya tempat wisata ini dari media sosial Facebook.

“Baru pertama datang ke sini, tempatnya bagus menarik perhatian masyarakat untuk datang karena ada fasilitas untuk tempat foto, makanya penasaran kami kunjungi kemari,” ungkapnya, Kamis (9/1/2020).

Meski begitu, pembangunan infrastruktur jalan, sarana dan prasarana penunjang di tempat itu belum rampung. Namun, banyak warga yang datang ke tempat tersebut untuk menikmati waktu sejenak di akhir pekan.

Pantauan Metrosulawesi di kawasan itu hanya ada beberpa pedagang makanan ringan. Mereka merupakan warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari tempat wisata hutan kota Kaombona. Disamping itu, ada pula penyewaan baju hanbok atau pakaian ala Korea.

Heni, salah satu pedagang yang menyewakan baju hanbok di hutan kota Kaombona mengakui sudah selama setahun menjajakan jualannya bersama empat pedagang lainnya. Sedangkan, pendapatandi hari biasanya yang didapatkan mulai Rp300 sampai dengan Rp400 ribu.

“Sabtu dan minggu ramai dikunjungi, kalau hari biasa ada, tapi tidak sebanyak seperti akhir pekan, bahkan jika libur panjang sekolah lebih lagi ramainya. Untuk harga pakaian kami sewakan Rp10 ribu hingga Rp15 ribu berbagai ukuran. Apalagi, akhir pekan begini Rp700-Rp1 juta,” terangnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas