Home Palu 2019, BPOM Sita Obat Ilegal hingga Pembesar Penis

2019, BPOM Sita Obat Ilegal hingga Pembesar Penis

188
BERI KETERANGAN - Kepala BPOM di Palu, Fauzi Ferdiansyah, didampingi jajarannya memberikan keterangan pers kepada awak media, Jumat, 10 Januari 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu sepanjang tahun 2019 menyita berbagai produk ilegal mulai dari obat tradisional hingga pembesar alat vital (penis). Kepala BPOM di Palu, Fauzi Ferdiansyah, mengungkapkan sebagian produk ilegal yang beredar di Sulteng, khususnya Kota Palu masuk lewat jasa ekspedisi.

“Sebagian produk-produk tanpa izin edar dan obat ilegal masuk ke Palu lewat ekspedisi,” ungkap Fauzi saat press release hasil pengawasan BPOM di Palu sepanjang tahun 2019, Jumat, 10 Januari 2020.

Dia menerangkan berbagai produk tanpa izin edar dan obat-obat tradisional disita karena dapat membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi masyarakat. Fauzi mencontohkan salah satu obat tradisional yang disita terbukti mengandung kimia obat. Sementara untuk obat pembesar penis disita karena tidak memiliki izin edar dan tidak mencantumkan penggunaan dalam bahasa Indonesia.

Selain itu, BPOM di Palu juga mengamankan berbagai merek kosmetik ilegal dari wilayah Sulteng. Berbagai merek kosmetik diamankan BPOM melalui pemeriksaan terhadap 52 sarana distribusi dan penjual kosmetik. BPOM juga telah memusnahkan kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya dengan nilai ekonomi Rp89 juta.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sarana produksi obat dan makanan di berbagai tempat dalam wilayah pengawasan BPOM Palu. Dari pemeriksaan 59 sarana produksi masih terdapat 39 tempat yang belum memenuhi syarat. Sarana produksi dan para distributor yang terbukti menjual produk pangan dan obat-obatan ilegal telah diberikan sanksi berupa peringatan tertulis.

Fauzi mengatakan dalam momentum Hari Ray Idul Fitri, Hari Raya Natal dan Tahun Baru, BPOM juga melakukan pengawasan bertujuan memastikan pangan yang beredar aman dan bermutu. Dari hasil intensifikasi terdapat 2.041 produk pangan yang dimusnahkan disebabkan kedaluwarsa, rusak, dan tanpa izin edar.

Fauzi menambahkan pihaknya terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan serta keselamatan masyarakat. Masyarakat juga harus teliti membeli produk atau panganan dengan melakukan Cek Klik yaitu cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek tanggal kedaluwarsa produk.

“Cara aman agar terhindar dari produk yang bisa membahayakan kesehatan yaitu melalui Cek Klik,” ucap Fauzi.

Dia juga mengimbau masyarakat jangan mau membeli produk pangan dalam kondisi kemasan rusak. Sebab produk pangan dalam kondisi kemasan rusak mutunya tidak terjamin lagi. Mayarakat juga harus memastikan label dan izin edar produk pangan yang akan dibeli telah terdaftar.

Selanjutnya yang paling penting yaitu terkait kelayakan makanan yang akan dibeli mengacu dari masa kedaluwarsa. Menurut Fauzi sangat penting memeriksa produk kemasan agar makanan yang dikonsumsi masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here