Home Donggala

Ratusan Tenaga Honorer DPRD Diberhentikan

314
Lukman SH. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Memasuki awal tahun 2020, Sekretariat DPRD memberhentikan atau merumahkan 113 tenaga honorernya. Pemberhentian tenaga honorer di DPRD tersebut berdasarkan surat keputusan bernomor 613.175/Um/Set.DPRD/XII/2019, SK yang ditandatangani Sekretaris DPRD Donggala Lukman tertanggal 31 Desember 2019.

Melalui surat tersebut, dijelaskan merumahkan tenaga honorer di DPRD berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. Salah satu pasal disebutkan penerimaan calon PPPK oleh instansi pemerintah melalui penilaian secara objektif  berdasarkan kompetensi kualifikasi kebutuhan instansi pemerintah dan persayaratan lain yang dibutuhkan dalam jabatan.

Sekretaris DPRD Donggala Lukman yang dikonfirmasi Kamis (2/1/2020) belum memberikan keterangan resmi terkait di rumahkannya honorer di DPRD.

Kepala BKPSDM Najamudin Lagananing yang dikonfirmasi di kantornya Kamis (2/1/2020) menjelaskan, hingga saat sekarang pihaknya belum menerima edaran secara resmi terkait merumahkan seluruh honorer yang mengabdi di 34 OPD. Kalau pun pemda akan merumahkan honorer pasti akan ada pertemuan membicarakan persoalan ini.

“Tidak ada honorer dirumahkan, belum ada edaran resmi, kalau pun ada surat pemberhentian honorer di Sekretariat DPRD itu merupakan kebijakan masing-masing pimpinan bisa saja di DPRD ada beberapa oknum honorer yang memang malas sehingga dirumahkan, atau honorer di DPRD menggunakan sistem kontrak untuk para honorernya terhitung 31 Desember 2019 kontrak telah habis, kemudian 2020 para honorer itu kontraknya diperpanjang dan masuk kantor lagi, intinya kebijakan pimpinan,” katanya.

“Kalau untuk merumahkan seluruh honorer di 34 OPD pasti ada edaran melalui Sekab sebagai pimpinan tertinggi, dan proses merumahkan butuh pembicraan lintas OPD,” bebernya.

Mantan camat Dampelas ini menambahkan, persoalan honorer memang tidak akan pernah selesai. Sekarang saja pemda harus menyiapkan anggaran sebesar 50 miliar setahun untuk membiayai hampir 5000-an lebih upah tenaga honorer.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas