Home Hukum & Kriminal Tersangka Pecandu Narkoba Sabu dan Lem Fox

Tersangka Pecandu Narkoba Sabu dan Lem Fox

525
Tersangka beserta barang bukti yang diamankan petugas Polres Parimo. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)
  • Kasus Pembacokan Korban Di Desa Dolago Padang, Parigi Selatan

Parimo, Metrosulawesi.id – Tersangka pembunuhan terhadap korban FR (14) di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Jumat 27 Desember 2019, telah diringkus petugas Polres Parimo.  Tersangka tidak lain adalah kakak ipar korban sendiri, ternyata merupakan pecandu narkoba.

Dari hasil pemeriksaan urine, tersangka SJL alias Pian (16) positif. Pengakuan kepada petugas saat menjalani pemeriksaan, tersangka sering mengkonsumi narkoba jenis sabu. Bahkan, jika tidak cukup untuk  membeli sabu, tersangka membeli lem fox untuk mabuk.

Kapolres Parimo, AKBP Zulham Effendi Lubis, dalam keterangannya, tersangka Pian, seharsi sebelum membacok adik iparnya, FR, sempat mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Karena pengaruh narkoba itulah, tersangka berkeinginan untuk melakukan melampiaskan nafsu sex.

‘’Pengakuan tersangka saat diperiksa petugas, sehari sebelum melakukan aksinya, tersangka mengkonsumsi narkoba. Bahkan, sebelum meminta korban untuk berhubungan badan, masih menghirup lem fox,’’ terang Zulham Effendi.

Selain mengamankan golok yang digunakan tersangka membacok korban, petugas juga  menyita sejumlah kaleng lem fox, yang telah digunakan tersangka untuk mabuk.

‘’Barang bukti yang terkait dengan kasus pembacokan ini sudah kami amankan. Termasuk  sejumlah kaleng lem fox yang sudah terpakai oleh tersangka untuk mabuk,’’ jelas Zulham Effendi.

Diberitakan sebelumnya, Pian tega membunuh adik iparnya lantaran menolak untuk berhubungan badan. Korban tewas akibat dibacok di bagian leher sebelah kanan.    

Kronologis kejadian yang mengemparkan warga Desa Dolago Padang ini, berawal tersangka membujuk adik iparnya sendiri, FR, agar melayani nafsu birahinya. Permintaan itu ditolak korban. Tersangka awalnya masih bisa menahan nafsunya, dengan masuk ke kamar.

Diduga tersangka di dalam kamar menghidup lem fox, kebiasaan tersangka jika tidak cukup memiliki uang membeli sabu. Usai menghirup lem fox, tersangka nekad masuk ke kamar korban dan membangunkan adik iparnya yang tengah terlelap tidur. Tersangka kembali mengutakaran keinginannya untuk melakukan hubungan badan.

Korban FR tetap bersikukuh menolak keinginan tersangka. Tak tahan napsunya untuk berhubungan badan. Tersangka naik pitam dan keluar kamar menuju dapur. Di dapur korban mengambil golok dan kembali menemui korban. Tanpa piker panjang lagi, tersangka membacok adik iparnya dibagian leher kanan.

Korban sempat memberikan perlawan dengan berteriak. Tersangka yang sudah kalap langsung menutup wajah korban dengan bantal dan sarung. Diyakini korban tidak bergerak lagi, tersangka kembali ke kamarnya dan berpura-pura tertidur.  

Ibu korban yang tertidur sempat mendengar sayup-sayup suara anaknya meminta tolong. Alanglah kagetnya, saat masuk ke kamar, FR bersimbah darah di atas tempat tidur. Meski sempat mendapat pertolongan medis, di RSUD Anuntaloko Parimo, korban sekitar pukul 07.15 Wita menghembuskan nafas terakhirnya. (*)

Reporter: Zulfikar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here