Home Hukum & Kriminal Pencurian dan Penganiayaan Tren Kriminal Parimo

Pencurian dan Penganiayaan Tren Kriminal Parimo

195
Kapolres Parimo., AKBP Zulham effendi Lubis, didampingi Waka Polres, Kompol Ketut Tadius dan Kabag Ops, Kompol F. Tarigan, saat jumpa pers akhir tahun di Mapolres Parimo, Sabtu 28 Desember 2019. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)
  • Angka Kriminal di Parimo  Selama 2019 Menurun

Parimo, Metrosulawesi.id – Kapolres Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), AKBP. Zulham Effendi Lubis menggelar jumpa persakhir tahun 2019 di Mapolres Parimo, Sabtu 28 Desember 2019. Jumpa pers akhir tahun ini dihadiri sejumlah wartawan media cetak dan elektronik yang bertugas di Kabupaten Parimo.

Saat jumpa pers, Kapolres Parimo, didampingi Waka Polres, Kompol Ketut Tadius dan Kaba Ops, Kompol F. Tarigan.

Dalam konferensi pers ini, Zulham Effendi mengungkapkan,  tentang jumlah dan tren gangguan Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Parimo pada tahun 2019 dan perbandingannya dengan tahun 2018 serta tren dan jumlah penyelesaian kasus tersebut.

Diungkapkan Kapolres, kriminalitas di Kabupaten Parimo selama tahun 2019, terjadi penurunan jumlah kasus. Sejak Januari hingga Desember 2019, angka kriminalitas sebanyak 746 perkara. Dibanding tahun 2018  angka kriminalitas mencapai 902 perkara.

‘’Dibanding tahun sebelumnya, angka kriminalitas tahun 2019 terjadi penurunan. Jumlah penurunan perkara yang ditangani dari 902 perkara turun menjadi 746 perkara,’’ ungkap Zulham Effendi.

Terjadinya penurunan angka kriminal ini, kata Kapolres Parimo, dikarenakan kerja keras dan professional yang dilakukan anggota di jajaran Polres Parimo. Disamping itu, adanya kesadaran masyarakat dalam menjaga kamtibmas sangat besar.

Diuraikan Zulham Effendi, tren kriminal yang terjadi di Parimo, yakni dua kasus yakni kasus pencurian dan kasus penganiayaan. Dari dua tren kasus tersebut, yang terjadi peningkatan angka kriminal adalah kasus pencurian sebanyak 250 kasus, di tahun sebelumnya hanya 238 kasus.

Berbeda dengan kasus penganiayaan, di tahun 2018 sebanyak 168 perkara, terjadi penurunan jumlah kasus di tahun 2019 hanya 128 perkara.

Terjadinya peningkatan jumlah kasus penganiayaan, Zulham Effendi, menegaskan pihaknya akan menjadikan sebagai perhatian khusus.

“Untuk itu, kasus penganiayaan akan kami jadikan kontijensi di Wilayah Kabupaten Parimo, untuk lebih diperhatikan ke depannya,” tandas Zulham Effendi. (*)

Reporter: Zulfikar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here