Home Hukum & Kriminal Nafsu Sex Tidak Tersalurkan, Kakak Ipar Bacok Korban Hingga Tewas

Nafsu Sex Tidak Tersalurkan, Kakak Ipar Bacok Korban Hingga Tewas

23429
Kapolres memberikan keterangan kasus pembunuhan yang dilakukan seorang remaja terhadap adik iparnya sendiri, di Polres Parimo, Sabtu 28 Desember 2019. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.id – Ditolak permintaan untuk berhubungan badan, seorang remaja di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Muotong (Parimo), Sulawesi Tengah, nekad membunuh adik iparnya sendiri. Hanya berselang sembilan jam, tersangka berhasil diringkus petugas Polres Parimo.

Tersangka SJL alias Pian (16), ditangkap, setelah petugas melakukan olah tempat kejadian perkara  dan meminta sejumlah keterangan saksi. Hasil penyidikan, petugas mengamankan Pian dan dari pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya.

Kapolres Parimo, AKBP Zulham Effendi Lubis, kepada wartawan, saat rilies kasus di Polres Parimo, Sabtu 28 Desember 2019, dijelaskan kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban FR (14) meninggal, dapat terungkap dan menangkap pelakunya.

Diuraikan Zulham Effendi, korban dibunuh kakak iparnya, Pian,  di rumah korban yakni di Desa Dolago Padang, korban dibunuh tersangka Pian sekitar pukul 04.45 Wita.

‘’Sudah masuk Jumat 27 Desember 2019. Saat kejadian sekitar pukul 04.45 Wita,’’ ujar  Zulham Effendi menguraikan kronologis kejadian.

Dijelaskan Kapolres,  korban FR bersama ibunya sekitar dini hari, pulang ke rumah dari pesta pernikahan. Tiba di rumah, ibu korban langsung masuk kamar, sedangkan korban FR bersama pelaku menonton televisi di ruang tamu. Mengetahui ibu korban sudah tertidur, pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan.

Permintaan pelaku, ditolak korban. Kesal dengan penolakan korban, pelaku marah dan masuk ke kamarnya. Begitu pula korban saat itu juga masuk ke dalam kamarnya untuk tidur. Selang dua jam berikutnya, pelaku masuk ke kamar korban dan membangunkan korban yang tengah terlelap tidur.

Permintaan untuk berhubungan badan kembali dilontarkan pelaku. Korban tetap  menolak  permintaan pelaku.  Permintaan tidak dipenuhi, pelaku emosi dan berlari ke dapur mengambil golok, dan kembali menemui korban. Bukannya mengancam, pelaku justru langsung menikam di bagian leher kanan korban..

Korban sempat berteriak. Takut kedengaran orang tuanya, pelaku langsung menutup wajah korban dengan bantal dan sarung. Mengatahui korban tidak bergerak, pelaku kembali ke kamar dan berpura-pura tidur,

Ibu korban yang sempat mendengarkan sayup-sayup teriakan, terbangun dan menuju kamar anaknya, Alangkah kagetnya, FR anaknya bersimbah darah di atas ranjang. Saat itu juga bersama tetangga, korban dilarikan ke RSUD Anuntaloka Parimo. Meski sempat mendapat pertolongan medis, tepat pukul 07.14 Wita, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat ini pelaku Pian beserta barang bukti berupa golok dan lem fox yang digunakan pelaku  sebagai pengganti narkoba diamankan petugas.

Akibat perbuatannya,  tersangka Pian, dijerat undang – undang perlindungan anak dan KUHP pasal 338 tentang tindak pidana Pembunuhan. (*)

Reporter: Zulfikar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here