Home Morowali Masyarakat Lafuafu Minta Progam Rp200 Juta Direalisasikan

Masyarakat Lafuafu Minta Progam Rp200 Juta Direalisasikan

166
Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Kuswandi reses di Desa Lahuafu, Selasa 24 Desember 2019. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Morowali, Kuswandi, melakukan reses di Desa Lafuafu Kecamatan Bungku Timur Morowali. Dalam resesnya, Kuswandi, mendengar banyak harapan masyarakat.

Dalam kegiatan yang lebih bertujuan untuk menjaring aspirasi, Ketua DPRD Morowali wakil rakyat yang berasal dari Fraksi Partai NasDem ini, bertatap muka dengan kepala desa,ketua BPD,tokoh masyarakat,ketua-ketua kelompok tani dan nelayan.

Fery Saputra Kepala Desa Lahuafu saat membuka reses, mengemukakan bahwa pemerintah desa beserta masyarakat desa sangat berterima kasih dan memberi penghargaan kepada Ketua DPRD Morowali yang memilih Lahuafu titik tempat reses.

“Kata-kata pertama yang ingin saya  sampaikan atas nama Pemerintah desa dan masyarakat adalah ucapan terimaksih. Pertemuan reses ini sangat penting dan bermanfaat,” ucap Fery Saputra saat reses yang digelar malam di dalam Gedung Wanita Islam Al-Khairaat Lahuafu,Selasa 24 Desember 2019.

Fery Saputra juga berharap agar pertemuan menjadi kesempatan bagi ketua kelompok-kelompok tani dan nelayan mengusulkan program-program di desa yang sudah direncanakan dan menjadi prioritas pembangunan kesejahteraan masyarakat.

“Mohon diteruskan kepada pemerintah daerah dalam hal ini bapak Bupati Morowali usulan-usulan kami ini,” ucap Fery Saputra.

Dalam kesempatan ini Kuswandi, menyebutkan bahwa reses ini  merupakan momentum untuk merekatkan hubungan antara masyarakat dengan wakil rakyatnya,bukan hanya soal penjaringan aspirasi tapi juga untuk membangun silaturahmi sehingga tidak ada sekat pemisah.

“Reses ini juga saya akan gunakan sebagai kesempatan untuk melakukan sosialisasi terkait tugas-tugas kedewanan setelah saya resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Morowali untuk periode 5 tahun mendatang,” ujar Kuswandi.

Di sisi lain,kata Kuswandi,reses ini juga merupakan panggung bagi anggota DPRD terhadap konstituen di daerah pemilihan. Dari reses inilah pertanggung jawaban secara moral apa saja yang diperbuat serta keputusan-keputusan penting yang dilakukan wakil rakyat.

“Di reses inilah kami mempertanggung jawabkan itu secara terbuka,” ujarnya.

Kuswandi mengatakan bahwa selama kurun waktu berapa bulan terakhir sudah ada 60 kali dilakukan rapat dengar pendapat,dan ini sebagai bentuk tindak lanjut atas aduan masyarakat terhadap banyaknya aduan sekaligus menandakan tumbuhnya kepercayaan masyarakat kepada lembaga DPRD.

“Terimakasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada lembaga yang saya pimpin ini,” ujarnya.

Belum lama ini, kata Kuswandi, DPRD Morowali juga telah selesai melakukan pembahasan APBD tahun 2020,dan pada APBD 2020 tersebut banyak mengakomodir program visi-misi bupati, khususnya anggaran Rp 200 juta per desa, dengan harapan agar itu akan bisa dimanfaatkan dengan baik peruntukannya.

“Saya juga berharap agar setiap anggota DPRD saat melakukan reses, supaya difasilitasi yang sama oleh pemerintah desa seperti pelaksanaan reses saya malam ini,” sebut Kuswandi.

Dalam sesi tanya jawab, masyarakat Lahuafu berharap agar program Rp 200 juta tersebut segera terealisasi dan  dilakukan pelatihan-pelatihan UMKM bagi kelompok penerima sehingga terukur dan bermanfaat. Ketua kelompok tani juga mengusulkan program peningkatan jalan produksi sepanjang 5 KM serta pengadaan PLTS anggota kelompok tani.

Pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jaringan air bersih, rehabilitasi bronjong sungai,pengadaan mobil open cup untuk angkutan transportasi pedesaan serta peningkatan lapangan sepak bola termasuk perihal yang disampaikan oleh masyarakat saat sesi tanya jawab.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here