Home Hukum & Kriminal

KRAK Kritik Pedas Putusan Bebas PN Palu

507
VONIS BEBAS - Dalam amar putusan majelis hakim yang bertindak sebagai Ketua Hj. Aisa Mahmud, menyatakan Dirut PT Maju Teknik Utama Indonesia (MTU), Erwiro Purwadi (67 tahun), divonis bebas terkait kasus tabung gas Elpiji tanpa memiliki standar nasional Indonesia (SNI) di Kota Palu. (Foto: Firmansyah Badjoki/ Metrosulawesi)

  • Kasus Tabung Gas Tanpa SNI

Palu,Metrosulawesi.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Koalisi Rakyat Anti Korupsi Sulawesi Tengah, angkat bicara, mengkritik keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palu, yang memberi vonis bebas terhadap Dirut PT. Maju Teknik Utama Indonesia (MTU).

Dalam amar putusan, Majelis Hakim, yang bertindak sebagai Ketua, Hj. Aisa Mahmud, menyatakan, Dirut PT Maju Teknik Utama Indonesia (MTU), Erwiro Purwadi (67 tahun), bebas terkait kasus tabung gas Elpiji tanpa memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kota Palu.

Ketua Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Sulteng, Abdul Salam Adam, kepada wartawan, Minggu, 22 Desember 2019, mengatakan, dengan vonis bebas terdakwa, kasus tabung gas Elpiji yang jelas diedarkan tanpa SNI sudah tidak benar. Karena sesuai aturan, tabung itu  harus berlabel SNI, tetapi ketika tabung tidak berlabel, berarti tidak bisa digunakan.

“Kita harus bisa memaknai kenapa ada label, karena setiap produk harus melalui uji kelayakan sebelum digunakan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kalau memang kasus ini telah ditemukan pihak Polda Sulteng, bahkan prosesnya sampai ke tingkat penyidikan dengan kesimpulan tabung gas Elpiji tidak SNI, maka, putusan bebas dari majelis hakim itu perlu dipertanyakan.

“Yang jelas ini berisiko, apakah hakim bisa bertanggungjawab kalau gas Elpiji itu meledak, ya, kalau tidak memiliki SNI, maka dia (Dirut) salah, sebab tabung yang diedarkan harus sesuai dengan aturan dan punya label dong,” tegasnya.

Apalagi, menurutnya, yang bersangkutan sudah mengakui kesalahan, bahwa tabung gas miliknya tidak sesuai standar. Anehnya, kenapa majelis hakim justru memberi putusan bebas. Intinya, pihaknya akan melakukan pendalaman kasus tersebut, karena jangan sampai ada korban lain di masyarakat akibat keputusan hakim tersebut.

“Bahkan kami siap melakukan aksi demo nantinya, jangan sampai masyarakat jadi korban atas putusan hakim itu, sebab tabung gas itu bukan buah durian yang seenaknya saja diedarkan,” pungkasnya.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas