Home Parigi Moutong

Ketua DPRD Parimo, Gelar Reses Di Kasimbar

366
Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto saat Reses di desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)

  • Sayutin Minta Aparat Desa Pemutakhiran Data KIS Setiap Tahun

Parimo,  Metrosulawesi.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto, mengungkapkan, bahwa reses yang dilakukan anggota DPRD itu sebanyak tiga kali dalam setahun.  Reses  dilakukan untuk menjaring aspirasi masyarakat dan mempertanggung jawabkan tugasnya sebagai wakil rakyat.

‘’Reses itu dilakukan setiap empat bulan sekali, sehingga dalam setahun reses di lakukan sebanyak tiga kali, karena reses ini adalah untuk menjaring aspirasi dari masyarakat untuk kita dengarkan dan kita pertanggung jawabkan sebagai wakil rakyat. Kita di DPRD ini adalah wakil Rakyat,” ungkap Sayutin Budianto kepada Metrosulawesi.id, usai melakukan tatap muka dengan warga di dapil pemilihannya yakni Dapil II, Kecamatan Kasimbar. Sabtu 21 Desember 2019 malam.

Sayutin yang juga  Ketua DPD NasDem, mengakui, reses di Dapil II terutama di tiga desa yakni Desa Donggulu Selatan, Donggulu dan Labuan Donggulu, Kecamatan Kasimbar, merupakan penyumbang suara yang mengantarkan dirinya duduk di DPRD Parimo.

‘’Jujur saja di Dapil II ini, ada Tiga desa yang sudah membantu saya hingga saya duduk sebagai anggota DPRD Parimo. Tanpa melepas kewajiban saya untuk seluruh Masyarakat Parigi Moutong umumnya, sebagai wakil rakyat saya akan bertanggung jawab Demi kemajuan Daerah Parigi Moutong ini,” terang Sayutin.

Suasana reses Ketua DPRD Parimo, Suyitin Budianto. (Foto: Zulfikar/ Metrosulawesi)

Sayutin menambahkan, dari reses yang dilakukan sejak 20 Desember, dirinya maupun tiga anggota DPRD lainnya asal Dapil II, aspirasi yang disampaikan warga kepada anggota DPRD, meginginkan bantuan pembangunan infrastruktur, seperti jembatan, jalan dan irigasi. Bahkan, warga juga menginginkan segera dibangun  pagar pada rumah ibadah.

“Hampir sama aspirasi yang disampaikan warga kepada kami yang berasal dari Dapil II. Infrastruktur sangat mendesak dibutuhkan warga saat ini. Termasuk warga juga menginginkan segera dipagar rumah ibadah,’’ papar Sayutin.

Menyangkut kesehatan masyarakat, lanjut Sayutin, masyarakat menginginkan BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tak kalah penting, soal pemutakhiran data KIS. Sebab, pernah terjadi warga masuk  RSUD Anuntaloko mempunyai KIS,  setelah di cek ternyata KIS-nya tidak berlaku lagi.  akhirnya pasien tersebut membayar tunai.

‘’Untuk itu, saya berharap kepada Aparat Desa di Dapil II khususnya dan umumnya di Parigi Moutong ini, agar setiap tahun melakukan pemutakhiran data KIS di desanya masing-masing, agar masyarakat kita tidak terbebani,’’ pinta Sayutin. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas