Home Palu

Syarat Calon Perseorangan Diskriminatif

248
Anwar Saing. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Calon perseorangan untuk Pilkada Kota Palu harus memasukkan syarat dukungan sebanyak 21.396 yang dibuktikan dengan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Syarat itu dinilai memberikan perlakuan diskriminatif bagi calon perseorangan. Penegasan itu disampaikan Anwar Saing alias Aco Malino saat berbicang dengan sejumlah wartawan Jumat 20 Desember 2019.

Menurutnya, 21.396 dukungan itu diambil dari 10 persen jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Palu pada Pemilu 2019 yakni 213.960 orang. Dari total itu, calon perseorangan tidak dibenarkan mengambil dukungan KTP dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Disinilah perlakuan diskriminatif kepada calon persorangan menurutnya.

Aco menuturkan, perlakuan tidak adil itu karena Peraturan KPU mensyaratkan dukungan KTP 10 persen dari DPT dengan catatan tidak boleh ada KTP ASN. Padahal lanjutnya, dalam DPT itu sendiri terdapat ASN didalamnya.

“Ini tidak adil bagi calon perseorangan. Seharusnya kalau ASN tidak diperbolehkan memberikan dukungan, maka 10 persen dukungan dari DPT harusnya dikeluarkan dulu ASN didalamnya. Tapi calon perseorangan diwajibkan kumpulkan dukungan minimal 10 persen dari DPT, dimana dari 10 persen itu ada akumulasi ASN didalamnya. Ini diskriminatif,” tegasnya.

Sebagai salah satu bakal calon yang memilih jalur perseorangan, Aco Malino mengaku sejauh ini dukungan KTP kepadanya sudah mencapai 50 persen. Dengan tidak bolehnya ASN memberikan dukungan, menambah beban bagi calon perseorangan untuk memenuhi syarat dukungan.

Tersisa waktu satu bulan lebih sebelum memasukkan dukungan KTP ke KPU, Aco Malino tetap optimistis bakal memenuhi seluruh persyaratan, walaupun dia menyadari hal itu cukup berat, apalagi dia berkomitmen masukkan dukungan murni, tanpa “belanja” dukungan.

Meskipun merasa mengalami perlakuan diskriminatif, tetapi Aco Malino enggan untuk menggugat aturan yang mengatur soal persyaratan calon tersebut. Menurutnya, itu akan memakan waktu panjang lagi, apalagi kalau itu harus masuk diranah Mahkamah Konstitusi (MK) atau Mahkamah Agung (MA).

“Sisa waktu yang ada ini pastinya akan kami maksimalkan dalam memenuhi persyaratan. Yang jelas, bila dukungan KTP tidak lengkap saya tidak akan mendaftar ke KPU. Saya akan mendaftar dengan dukungan murni dari masyarakat, bukan hasil “belanja” KTP,” ujarnya.

Rencananya Anwar Saing alias Aco Malino akan berpasangan dengan Zainuddin Tambuala lewat jalur perseorangan. Hal itu dipertegas dengan formulir dukungan KTP yang mencantumkan namanya sebagai calon wali kota dan Zainuddin Tambuala sebagai calon wakil wali kota.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas